Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Demonstrasi dari ARAK di area Kantor Gubernur Kaltim. (Zull/LJ).

Foto: Demonstrasi dari ARAK di area Kantor Gubernur Kaltim. (Zull/LJ).

Lintasjejaring.com, Samarinda – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (ARAK) di kawasan Jalan Gajah Mada, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai masih membelenggu Kalimantan Timur. Di tengah status sebagai salah satu daerah penyumbang devisa terbesar nasional, ARAK menilai masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi secara merata. Kamis (03/09/2026).

Sekitar 500 massa memadati kawasan depan Pendopo Odah Etam hingga Simpang Tiga Kinabalu. Mereka membawa berbagai tuntutan mulai dari Dana Bagi Hasil (DBH), listrik, BBM, pendidikan, akses air bersih, hingga persoalan pertambangan dan reklamasi pascatambang.

Humas ARAK sekaligus perwakilan mahasiswa, Salman Alfarisy, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang selama ini merasakan ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam dan kondisi nyata di lapangan.

“Kalimantan selalu merasakan ketimpangan sosial yang terjadi,” kata Salman saat berorasi di lokasi aksi.

Menurutnya, Kalimantan Timur selama ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, kontribusi tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kesejahteraan yang diterima masyarakat daerah.

“Kita adalah penyumbang devisa terbesar di Indonesia, hampir 50 persen jumlahnya,” ujarnya.

Salman menilai masih banyak persoalan mendasar yang seharusnya sudah dapat diselesaikan apabila pengelolaan sumber daya dan pembangunan berjalan lebih merata.

“Tapi nyatanya pembangunan belum merata, listrik masih mati, antre BBM masih ada, pendidikan belum merata,” tegasnya.

Selain itu, ARAK juga menyoroti masih adanya masyarakat yang belum menikmati layanan dasar seperti akses air bersih.

“Banyak kampung-kampung yang bahkan belum mendapatkan akses air bersih dan minum,” lanjut Salman.

Dalam pandangan ARAK, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Kalimantan Timur masih menyisakan kesenjangan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Soroti Relokasi Pedagang Pasar Subuh, Isu Pembangunan Chinatown Muncul

Melalui aksi tersebut, massa ingin memastikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat tidak hanya menjadi pembahasan di ruang birokrasi, tetapi juga terdengar secara luas oleh publik nasional.

“Kami ingin coba tunjukkan kepada Indonesia, kepada pemerintah, bukan hanya pemerintah daerah, tapi kemudian pemerintah pusat, bahwasanya Kaltim itu ada. Kaltim itu nyata dan Kaltim itu ada gerakan,” ujar Salman.

Selain isu pemerataan pembangunan, massa juga membawa tuntutan penghentian pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH), penyelesaian pemadaman listrik bergilir, penanganan antrean BBM, serta percepatan pembangunan di wilayah tertinggal.

Baca Juga:  Demi Menopang Daerah IKN, Pemkab Kukar Kuatkan Dua Sektor Ekonomi.

Pada sektor pertambangan, ARAK mendesak pemerintah memperkuat pemberantasan tambang ilegal dan memastikan seluruh perusahaan menjalankan kewajiban reklamasi pascatambang.

“Kami ingin reklamasi tambang benar-benar dijalankan,” kata Salman.

Menurutnya, aktivitas pertambangan tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditinggalkan.

ARAK juga menilai Kalimantan Timur membutuhkan perhatian lebih besar, terutama menjelang perannya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka berharap pemerintah mampu menjawab berbagai persoalan dasar yang masih dihadapi masyarakat agar pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil dan merata di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Penulis : Zull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Tanam Pohon Buah Di Folder Air Hitam
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA