Home / PPU

Karhutla Meningkat di PPU, 79 Kasus Ditangani Tim Gabungan hingga Akhir Agustus

- Redaksi

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Potret karhutla di PPU. (Ist)

Foto: Potret karhutla di PPU. (Ist)

Lintasjejaring.com, Penajam –  Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya kejadian sepanjang musim kemarau. Hingga akhir Agustus 2026, tim gabungan telah menangani puluhan titik kebakaran dengan luas lahan terdampak mencapai lebih dari 80 hektare. Senin, (01/08/ 2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila menyampaikan, sepanjang Januari hingga 30 Agustus 2026 tercatat 79 kejadian karhutla yang telah ditangani oleh petugas gabungan.

Dari jumlah tersebut, peningkatan paling signifikan terjadi pada Agustus. Sebanyak 57 kejadian karhutla tercatat hanya dalam satu bulan, sedangkan 22 kejadian lainnya berlangsung pada Januari hingga Juli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari Januari sampai 30 Agustus ada 79 kejadian karhutla yang kami tangani. Untuk Agustus saja mencapai 57 kejadian,” kata Nurlaila.

Akumulasi kejadian tersebut berdampak terhadap sekitar 83,74 hektare lahan. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan petugas harus terus diperkuat, khususnya ketika titik api muncul di kawasan yang sulit dijangkau.

Baca Juga:  JMSI PPU Gelar Rakerda dan UKW Gratis April Mendatang

Menurut Nurlaila, salah satu tantangan dalam proses pemadaman adalah ketersediaan air. Petugas tidak selalu menemukan sumber air yang berada dekat dengan lokasi kebakaran sehingga diperlukan strategi untuk mendapatkan pasokan air selama proses pemadaman.

“Kalau sumber air sulit, petugas harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pemadaman,” ujarnya.

Sejumlah sumber air yang berada di sekitar lokasi kemudian dimanfaatkan petugas. Di antaranya sumur bor, embung, sungai kecil hingga danau air payau.

Upaya tersebut menjadi penting karena beberapa kejadian membutuhkan waktu penanganan cukup lama. Salah satunya terjadi di Kelurahan Sepan, di mana proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga enam hari.

Baca Juga:  Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Lamanya proses penanganan dilakukan untuk memastikan bara api di dalam lahan tidak kembali memicu kebakaran. Petugas juga harus melakukan pendinginan setelah api utama berhasil dikendalikan.

Karhutla juga terjadi di kawasan Riko, termasuk jalur menuju Bandara VVIP dan Pulau Balang. Di wilayah tersebut, petugas menggunakan embung sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman.

“Untuk di Riko, sumber air yang digunakan berasal dari embung. Jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran,” jelas Nurlaila.

Penanganan karhutla di PPU tidak hanya dilakukan BPBD. Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur yang bergerak sesuai kondisi di lapangan.

Tim gabungan tersebut terdiri atas BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) yang memiliki delapan pos, Brigade Karlabun, Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, hingga pihak perusahaan atau dunia usaha.

Baca Juga:  Hadiri Rakernas JMSI Ke-3, Diskominfo PPU Komitmen Dukung Profesionalisme Media

Nurlaila menilai keterlibatan lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran. Terlebih, karakteristik lokasi karhutla berbeda-beda sehingga membutuhkan dukungan personel, peralatan dan sumber air yang memadai.

“Semua unsur bersama-sama melakukan penanganan di lapangan. Kolaborasi ini sangat dibutuhkan agar kebakaran bisa segera dikendalikan,” katanya.

Dengan puluhan kejadian yang telah ditangani hingga penghujung Agustus, kesiapsiagaan terhadap karhutla masih menjadi perhatian di PPU. Tim gabungan terus melakukan respons terhadap laporan kebakaran sekaligus mengantisipasi meluasnya titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

Penulis : Sultan

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih
Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Karhutla Kembali Membara di Sepaku, Tim Gabungan Kejar Titik Api Hingga kerahkan Caracal
Kualitas Udara PPU Memburuk, Mudyat Noor: Kiriman Dari Paser
Tiga Pilar PPU Siaga Karhutla, Personel hingga Kecamatan Dilibatkan
Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab PPU Perkuat Deteksi Dini hingga Desa
Kemarau di PPU, Mudyat Noor Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan
PPU Kejar Pemerataan Pendidikan, SLB dan Infrastruktur Sekolah Jadi Prioritas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WITA

Kemarau Panjang Picu Produksi Air Bersih PPU Anjlok 95 Persen, Bendungan Waru Jadi Alternatif Stok Air Bersih

Minggu, 6 September 2026 - 17:16 WITA

Krisis Air Baku Lumpuhkan Distribusi Air Bersih di Penajam, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Sabtu, 5 September 2026 - 16:46 WITA

Karhutla Kembali Membara di Sepaku, Tim Gabungan Kejar Titik Api Hingga kerahkan Caracal

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WITA

Kualitas Udara PPU Memburuk, Mudyat Noor: Kiriman Dari Paser

Rabu, 2 September 2026 - 14:11 WITA

Tiga Pilar PPU Siaga Karhutla, Personel hingga Kecamatan Dilibatkan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA