Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Partai Golkar, Budianto Bulang, menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) bertema “Tata Ruang Berkelanjutan untuk Masa Depan Pembangunan Daerah” di Desa Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Sabtu (9/05/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 Wita itu menghadirkan Subran sebagai narasumber dan Alief Fahreza sebagai moderator. Warga Desa Rinding tampak antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya tata ruang untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Tata Ruang Tentukan Masa Depan Daerah
Dalam sambutannya, Budianto Bulang menegaskan bahwa tata ruang memegang peranan penting untuk menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau yang memiliki potensi sumber daya alam besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan daerah tidak boleh berjalan sembarangan. Semua pihak harus merancang pembangunan dengan memperhatikan tata ruang agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat bisa menikmati manfaat pembangunan,” ujar Budianto Bulang.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai tata ruang agar pembangunan tidak memicu persoalan di masa mendatang.
“Tata ruang yang baik akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan. Karena itu masyarakat harus ikut mengawasi dan memahami pentingnya pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, politisi muda Partai Golkar itu berharap masyarakat semakin aktif mendukung demokrasi partisipatif untuk mengawal kebijakan pembangunan daerah di Kalimantan Timur.
“Pembangunan harus terus berjalan secara berkelanjutan. Dampak utamanya tentu akan meningkatkan fasilitas publik dan pelayanan masyarakat,” tandasnya.
Subran Tekankan Pentingnya Pengawasan Warga
Dalam pemaparannya, Subran menjelaskan bahwa tata ruang berkelanjutan tidak hanya membahas pembangunan fisik. Tata ruang juga mencakup perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan kepentingan masyarakat lokal.
Menurutnya, masyarakat perlu ikut mengawasi tata ruang agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan kebutuhan warga.
“Kesadaran masyarakat mengenai tata ruang perlu terus meningkat supaya pembangunan tidak merugikan lingkungan maupun generasi mendatang,” kata Subran.
Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah itu juga membuka ruang dialog antara masyarakat dan narasumber. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan di wilayah mereka, mulai dari persoalan infrastruktur hingga pengelolaan kawasan permukiman.
“Banyak warga menyampaikan keluhan. Meskipun ini agenda PDD, kami tetap mencatat seluruh aspirasi masyarakat untuk kami bawa ke DPRD Kaltim,” ungkap Budianto Bulang.
Ia berharap masyarakat terus proaktif mendukung pembangunan di Kalimantan Timur, terutama dalam sektor pelayanan publik.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









