Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dialog Publik DPRD Kukar Dalam Memperingati Perayaan Hari Kartini.

Foto : Dialog Publik DPRD Kukar Dalam Memperingati Perayaan Hari Kartini.

Lintasjejaring.com, TENGGARONG – Peringatan Hari Kartini di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak berhenti pada seremoni. Diskusi publik yang digelar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar justru menyoroti persoalan nyata yang masih dihadapi perempuan, mulai dari ketimpangan peran hingga minimnya keterlibatan dalam pengambilan kebijakan.

Kegiatan bertajuk “Aksi Kartini Kukar: Dari Lokal untuk Pembangunan dan Perekonomian Daerah” itu mempertemukan mahasiswa, organisasi perempuan, dan legislatif dalam satu forum. Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Anggota Komisi IV Hamdiah, hingga perwakilan lembaga riset daerah dan organisasi perempuan.

Diskusi berkembang tidak hanya pada narasi emansipasi, tetapi juga mengarah pada realitas di lapangan yang dinilai masih jauh dari ideal.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kukar, Renanda Kusuma Wardana, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi kondisi ketimpangan, yang masih dirasakan perempuan di daerah.

“Ini bukan sekadar kegiatan memperingati Kartini. Kami melihat masih ada ketidakadilan yang dialami perempuan, dan itu nyata,” ujarnya.

Ia juga menyinggung masih adanya kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan yang terjadi di berbagai sektor, baik dalam ruang domestik maupun lingkungan kerja.

“Masalah kekerasan dan eksploitasi itu masih ada. Ini yang harus jadi perhatian bersama, bukan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong ekonomi keluarga dan daerah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mendapatkan ruang dan dukungan yang memadai.

“Perempuan punya kapasitas, tapi belum sepenuhnya diberdayakan. Ini yang harus kita dorong bersama,” kata Renanda.

Dari sisi legislatif, Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah, melihat diskusi ini sebagai momentum memperkuat sinergi antara DPRD dan generasi muda, khususnya perempuan.

“Forum seperti ini penting, karena kita bisa duduk bersama dan membahas bagaimana peran perempuan ke depan dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi perempuan menjadi kunci dalam memperkuat posisi mereka, baik di keluarga maupun di ruang publik.

“Perempuan harus berani mandiri. Banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan, mulai dari kuliner, kerajinan, sampai sektor kreatif,” jelasnya.

Menurut Hamdiah, sektor-sektor tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga jika dikelola dengan baik.

Baca Juga:  Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Baca Juga:  Lakukan Uji Kompetensi Eselon III, BKD Kaltim Ingin Bangun Pemimpin Kompetitif

Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam pengambilan kebijakan, yang selama ini masih didominasi laki-laki.

Diskusi ini juga menjadi titik temu antara mahasiswa dan DPRD untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif.

Kesepakatan yang mengemuka, emansipasi perempuan tidak cukup berhenti pada simbol dan peringatan tahunan, melainkan harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata yang berpihak.

“Perempuan punya kemampuan yang sama. Tinggal bagaimana kita membuka ruang dan memberikan kesempatan,” tandasnya.

 

 

(Kinka)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Di Tengah Efisiensi Anggaran, PWI Kaltim Minta Dukungan Kepala Daerah Untuk Pers
Proyek Township 100 Hektare Di Samarinda Seberang Ditolak, Karang Taruna Soroti Risiko Longsor
Buka Puasa Dan Santunan, IKA PMII Kaltim Perkuat Solidaritas Internal
Kuasa Hukum AHK Soroti Inkonsistensi Saksi di Sidang Korupsi DBON Kaltim, Sebut Keterangan Berbeda Di BAP
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:29 WITA

Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WITA

Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA