Syafruddin Kawal Transisi Energi, Geotermal Diproyeksikan Jadi Tulang Punggung EBT

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 04:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin.

Foto : Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin.

LintasJejaring.com, SAMARINDA – Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syafruddin, menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi (geotermal) harus menjadi salah satu prioritas dalam agenda transisi energi nasional, mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia, serta kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pemanfaatan energi panas bumi, dinilai masih tertinggal dibandingkan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia. Berbagai hambatan seperti tingginya biaya eksplorasi, kompleksitas perizinan, tumpang tindih status lahan, hingga resistensi sosial di sejumlah wilayah membuat pengembangannya berjalan lambat. Kondisi ini berpotensi menghambat percepatan transisi energi, dan pencapaian target bauran energi terbarukan nasional jika tidak segera diatasi secara sistematis.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 23–24 gigawatt (GW), atau sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia. Namun, hingga saat ini kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) baru berkisar 2,4–2,6 GW, atau sekitar 10–11 persen dari total potensi yang ada.

Menurut Syafruddin, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal.

“Geotermal itu salah satu opsi utama untuk transisi energi. Kita punya potensi panas bumi yang luar biasa, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Ia menekankan, ketergantungan pada energi fosil tidak bisa terus dipertahankan karena cadangan yang terbatas, serta tekanan global terhadap pengurangan emisi karbon.

“Kalau energi fosil dipakai terus, nanti kita tidak punya cadangan untuk anak cucu kita. Maka mau tidak mau, kita harus bertransisi ke energi terbarukan,” katanya.

Saat ini, bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional masih berada di kisaran 16 persen. Pemerintah menargetkan pada 2045 angka tersebut meningkat, menjadi 35 hingga 40 persen.

“Salah satu yang kita andalkan untuk mengejar target itu adalah geotermal,” tegasnya.

Ia menilai bahwa, Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil batu bara juga memiliki peluang untuk mengembangkan energi terbarukan, termasuk panas bumi.

“Kaltim jangan selamanya identik dengan energi fosil. Kita juga harus mulai memikirkan masa depan energi bersih,” ujarnya.

Namun ia mengakui, pengembangan geotermal bukan tanpa tantangan. Selain membutuhkan investasi besar, proyek panas bumi juga sering terkendala perizinan, status kawasan hutan, hingga persoalan sosial di lapangan.

“Regulasi harus kita perbaiki supaya tidak berbelit. Investor juga butuh kepastian hukum. Di sisi lain, pendekatan ke masyarakat harus dilakukan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPR RI melalui Komisi XII akan mendorong penguatan regulasi dan pengawasan agar proyek-proyek energi terbarukan, tidak hanya berhenti pada wacana.

“Transisi energi ini bukan pilihan, tapi keharusan. Kalau kita tidak mulai sekarang, kita akan tertinggal,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Pendidikan Anak Miskin, DPRD Samarinda Tegaskan Komitmen
Baca Juga:  junjung Efisiensi Dan Transparansi bansos, Kemensos Uji Coba Penerapan bansos berbasis Digital

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA