Lintasjejaring.com, Kutai Timur – Sejumlah persoalan disampaikan oleh para warga Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur, kepada Budianto Bulang selaku Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) saat ia melakukan reses di wilayah dapilnya. Mulai dari permasalahan dengan perusahaan batu bara, kebutuhan fasilitas pendidikan, hingga gaji guru honorer yang belum dibayarkan.
Keluhan pertama datang dari warga bernama Hendro, ia menyampaikan keresahan terkait aktivitas bongkar muat batu bara milik PT. Global Anugerah Mandiri (GAM), yang dilakukan di depan muara Desa Susuk Luar. Menurutnya, bongkar muat tersebut menyebabkan batu bara masuk kedalam jala nelayan dan menganggu hasil tangkapan.
Warga mengakui sudah mencoba menyampaikan keluahan pada pemerintah desa, dan juga langsung kepada pihak perusahaan, akan tetapi hingga saat ini belum juga mendapatkan respons.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kamu sudah mengadu ke Kepala Desa (Kades) dan mendatangi perusahaan, tetapi tidak pernah ditanggapi,” ujarnya.
Sampai saat ini, warga menyebutkan ada 11 hingga 20 kapal tanker yang beraktivitas bongkar muat, di sekitaran muara Desa.
Warga meminta bantuan pada Budianto Bulang agar dapat mempertemukan mereka dengan pihak perusahaan, guna menemukan solusi untuk kedua belah pihak.
Keluhan lainnya juga disampaikan oleh Syaiful, seorang Guru BK Honorer di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Sandaran. Ia mengungkapkan bahwa gajinya belum juga dibayarkan dari Bulan Januari hingga Bulan April 2025, meskipun pembayarannya kembali lancari sejak Mei 2025.
Abdurrahman, warga lainnya, juga meminta dukungan Pihak Pemerintah dalam pembangunan embung irigasi, untuk keperluan perkebunan masyarakat.
Besar harapannya agar adanya bantuan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan.
Adapun, Asril, warga Desa Susuk Luar lainnya, menyoroti pada fasilitas pendidikan. Ia menyebutkan bahwa, sekolah di desa tersebut membutuhkan pagar, karena hingga saat ini masih belum memiliki pembatas area yang memadai.
Tidak hanya pagar, warga juga meminta pembangunan Musholla untuk aktivitas ibadah para pelajar dan guru, serta pengadaan rumah dinas guru, mengingat para tenaga pendidik berasal dari luar daerah dan harus bolak – balik setiap harinya.
“Besar harapan kami, agar Bapak Budianto Bulang dapat menelusuri dan menindaklanjuti persoalan ini,” ucap Asril.
Menanggapi berbagai macam keluhan warga, Budianto Bulang selaku Politisi Partai Golongan Karya (Golkar), menyatakan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah dia dengarkan.
“Nanti akan saya kumpulkan dulu, lalu saya kaji, dan pastinya akan saya sampaikan keluhan masyarakat Desa Susuk Luar ini,” jelasnya.
Terkait persoalan guru BK Honorer, ia menjelaskan bahwa urusan ini berada dalam kewenangan Komisi IV DPRD Kaltim.
“Persoalan haji honorer, ini masuk ranahnya Komisi IV, namun akan saya tampung dan nanti begitu saya balik ke Samarinda, akan saya sampaikan pada kawan – kawan di Komisi IV melalui Komunikasi Lintas Komisi,” tegasnya.
Tak lupa ia juga menegaskan bahwa, setiap masukan dari warga yang ia dengar, menjadi dasar perjuangannya di kursi DPRD Kaltim untuk mendorong pembangunan yang lebih merata, khususnya di daerah – daerah pesisir dan terpencil.
“Aspirasi Saudara – Saudara sekalian, menjadi pembakar semangat saya, untuk terus menyampaikan aspirasi masyarakat di kursi DPRD Kaltim, sehingga suara masyarakat dari wilayah – wilayah pelosok pun dapat tersampaikan dengan jelas,” tutupnya.
(Sean)









