Isu Overtourism Menyerang Bali, Pakar : Ini Informasi Prematur

- Redaksi

Jumat, 26 April 2024 - 12:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : I Putu Anom, Pengamat Wisata sekaligus seorang Guru Besar Pariwisata dari Universitas Udayana

Foto : I Putu Anom, Pengamat Wisata sekaligus seorang Guru Besar Pariwisata dari Universitas Udayana


LINTASJEJARING.COM, Jakarta –
Beragam destinasi wisata populer didunia tengah dilanda isu overtourism. Fenomena ini sendiri membuat sejumlah destinasi wisata mengambil langkah – langkah untuk menangani permasalahan overtourism, dengan menghasilkan aturan baru.

Destinasi wisata yang berada di Pulau Bali pun turut menjadi salah satu destinasi wisata yang terkena overtourism.

Dua media luar seperti CNN International dan Channel News Asia (CNA) tengah membahas isu yang melanda pulau dewata tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

I Putu Anom, selaku Pengamat Wisata sekaligus seorang Guru Besar Pariwisata dari Universitas Udayana menyampaikan pandangannya terkait isu overtourism yang menjadi perhatian utama dari industri pariwisata.

Baca Juga:  Segelas Coffe : Tempat Hangout Milenial dengan Suguhan Minuman Signature yang Menggugah Selera
Foto : Ilustrasi.

Menurutnya, isu terkait overtourism yang dibuat oleh media asing terhadap Bali adalah informasi yang prematur.

Dia juga menyampaikan bahwa isu yang mengikutsertakan Bali terjadi karena Bali punya kelemahan dalam sisi infrastruktur, hinhga banyak aktivitas wisata di Bali bagian selatan, yang berakibat pada kepadatan dan penumpukan di sekitar daerah tersebut.

Ia juga menyoroti terkait permasalahan pengelolaan sampah dan infrastruktur yang belum memadai, seperti di kota Denpasar yang sering mengalami banjir setelah diterpa hujan. Pemerintah Provinsi juga diharapkan dapat segera melakukan perbaikan drainase.

Baca Juga:  Syarwani Pimpin Apel Peringatan Haornas ke-41, Ajak Masyarakat Terus Tingkatkan Hidup Sehat

“Banyaknya pembangunan juga menyebabkan kurangnya ruang terbuka hijau semakin berkurang, yang mengakibatkan penurunan resapan air. Ini bukan masalah overtourism, tapi ketidakmerataan dan kekecewaan karena fasilitas yang kurang,” ucapnya.

Adapun, fokus pariwisata di Bali dilakukan pada Bali bagian selatan seperti Nusa Dua, Kuta Utara, Kuta Tengah, dan Kuta Selatan.

“Pelabuhan Benoa, yang menjadi titik penyeberangan ke Tiga Gili di Lombok, juga berlokasi di sini (Bali Selatan),” jelasnya.

Baca Juga:  Dispora Kaltim Beri Kesempatan Generasi Muda Terlibat Aktif Dalam Merancang Kebijakan

Dari sudut pandang anom, sangat jelas bahwa bali sangat membutuhkan sebuah pendekatan yang lebih seimbang dalam menggembangkan pariwisatanya. Transportasi massal yang direncanakan agar dapat memudahkan perjalanan wisatawan ke tempat – tempat wisata lain di Bali.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur yang merata serta pengelolaan sampah yang lebih baik, dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan hidup adalah kunci utama dalam memastikan langkah agar Bali dapat terus berkembang tanpa mengorbankan keindahan dan keunikan yang dimilikinya.

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lombok Gelar Jambore Desa Wisata 2024, Upaya Tingkatkan Pengunjung
Rupiah Melemah, Menprekraf: Industri Pariwisata Akan Kebanjiran Wisatawan Asing
Tingkatkan Fasilitas Wisata Desa Pela, Pemkab Kukar Gelontorkan Dana Bantuan
Kemenparekraf Sebut Proyeksi Perputaran Ekonomi Selama Lebaran Capai Rp 276 Trilliun
Desa Muara Enggelam : Rencanakan Akan Memikat Wisatawan dengan Konsep Homestay Alam dan Penginapan Terapung
Segelas Coffe : Tempat Hangout Milenial dengan Suguhan Minuman Signature yang Menggugah Selera
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 April 2024 - 12:45 WITA

Lombok Gelar Jambore Desa Wisata 2024, Upaya Tingkatkan Pengunjung

Jumat, 26 April 2024 - 12:28 WITA

Isu Overtourism Menyerang Bali, Pakar : Ini Informasi Prematur

Jumat, 26 April 2024 - 12:19 WITA

Rupiah Melemah, Menprekraf: Industri Pariwisata Akan Kebanjiran Wisatawan Asing

Rabu, 24 April 2024 - 05:53 WITA

Tingkatkan Fasilitas Wisata Desa Pela, Pemkab Kukar Gelontorkan Dana Bantuan

Senin, 1 April 2024 - 17:36 WITA

Kemenparekraf Sebut Proyeksi Perputaran Ekonomi Selama Lebaran Capai Rp 276 Trilliun

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA