LINTASJEJARING.COM, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, isyaratkan penurunan nilai tukar rupiah beri dua pilihan perputaran uang.
Penurunan harga nilai tukar rupiah memberikan dua efek sekaligus, salah satunya adalah menjadi magnet bagi para wisatawan terutama asing karena ongkos menjadi lebih murah. Sebaliknya, Melemahnya nilai Rupiah mengerek berbagai ongkos operasional.
Sandiaga Salahuddin Uno, selaku Menparekraf menyampaikan terkait pelemahan Rupiah telah memberikan sebuah efek ganda terhadap industri pariwisata dan juga ekonomi kreatif dalam negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau juga menyebutkan terkait wisatawan yang akan merasa biaya agar dapat berwisata di Indonesia menjadi lebih murah dan ekspor produk ekraf yang dinilai lebih berdaya saing dapat imbas akibat melemahnya rupiah.
“Pelemahan rupiah terus berlanjut, tentunya bagi pariwisata ini ada yang menganggap akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing kita,” ucapnya.

Namun, secara bersamaan pelemahan rupiah juga cenderung dapat memicu kenaikan harga dari tiket pesawat, hal ini dikarenakan harga avtur akan mengalami peningkatan. Dengan kenaikkan harga tiket pesawat dapat dipastikan akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berpergian.
Maka dari itu, Sandiaga Uno berharap akan pelemahan Rupiah tidak berlanjut dan dapat segera ditangani dengan baik oleh otoritas moneter, yakni Bank Indonesia.
“Kita hargai independensi BI dalam menangani nilai tukar ini tapi kami telah memberikan panduan efek VUCA, volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity pada seluruh pelaku parekraf,” jelasny.
Berdasarkan data pada Bloomberg, Rupiah telah mengakhiri perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,40% atau 65 poin ke Rp16.155 per dolar AS, pada Rabu, 24 April 2024.
Terkait hal ini, Bank Indonesia telah mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk dapat memutuskan untuk menaikkan suku hunga acuan atau BI – Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7,00%.
Kenaikkan suku bunga ini juga telah memperkuat sebuah stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai suatu langkah pre – emptive dan forward looking untuk dapat memastikan inflasi akan tetap dalam sasaram 2,5±1% pada 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan dari moneter yang pro – stability.
Penulis : Sean
Editor : Niken









