Rupiah Melemah, Menprekraf: Industri Pariwisata Akan Kebanjiran Wisatawan Asing

- Redaksi

Jumat, 26 April 2024 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sandiag Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menprekraf).

Foto : Sandiag Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menprekraf).

LINTASJEJARING.COM, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, isyaratkan penurunan nilai tukar rupiah beri dua pilihan perputaran uang.

Penurunan harga nilai tukar rupiah memberikan dua efek sekaligus, salah satunya adalah menjadi magnet bagi para wisatawan terutama asing karena ongkos menjadi lebih murah. Sebaliknya, Melemahnya nilai Rupiah mengerek berbagai ongkos operasional.

Sandiaga Salahuddin Uno, selaku Menparekraf menyampaikan terkait pelemahan Rupiah telah memberikan sebuah efek ganda terhadap industri pariwisata dan juga ekonomi kreatif dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beliau juga menyebutkan terkait wisatawan yang akan merasa biaya agar dapat berwisata di Indonesia menjadi lebih murah dan ekspor produk ekraf yang dinilai lebih berdaya saing dapat imbas akibat melemahnya rupiah.

Baca Juga:  Markaca Soroti Ancaman Bencana, Minta Pengembang Prioritaskan Keselamatan

“Pelemahan rupiah terus berlanjut, tentunya bagi pariwisata ini ada yang menganggap akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing kita,” ucapnya.

Foto : Ilustrasi

Namun, secara bersamaan pelemahan rupiah juga cenderung dapat memicu kenaikan harga dari tiket pesawat, hal ini dikarenakan harga avtur akan mengalami peningkatan. Dengan kenaikkan harga tiket pesawat dapat dipastikan akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berpergian.

Maka dari itu, Sandiaga Uno berharap akan pelemahan Rupiah tidak berlanjut dan dapat segera ditangani dengan baik oleh otoritas moneter, yakni Bank Indonesia.

Baca Juga:  OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Mensesneg : Reshuffle Belum Dibahas

“Kita hargai independensi BI dalam menangani nilai tukar ini tapi kami telah memberikan panduan efek VUCA, volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity pada seluruh pelaku parekraf,” jelasny.

Berdasarkan data pada Bloomberg, Rupiah telah mengakhiri perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,40% atau 65 poin ke Rp16.155 per dolar AS, pada Rabu, 24 April 2024.

Terkait hal ini, Bank Indonesia telah mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk dapat memutuskan untuk menaikkan suku hunga acuan atau BI – Rate sebesar 25 bps menjadi 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 7,00%.

Baca Juga:  UMP dan UMK Kaltim 2025 Resmi Ditetapkan, Kabupaten Berau Tertinggi, Paser Terendah

Kenaikkan suku bunga ini juga telah memperkuat sebuah stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai suatu langkah pre – emptive dan forward looking untuk dapat memastikan inflasi akan tetap dalam sasaram 2,5±1% pada 2024 dan 2025 sejalan dengan stance kebijakan dari moneter yang pro – stability.

Penulis : Sean

Editor : Niken

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Mualem Beri Lampu Hijau, Bantuan Internasional Bisa Masuk Di Tanah Aceh
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 05:21 WITA

Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA