Beras Premium Oplosan Resahkan Warga Samarinda, DPRD Desak Pengawasan Diperketat

- Redaksi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto

Foto : Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto

Lintasjejaring.com, Samarinda — Dugaan peredaran beras oplosan bermerek premium di Kalimantan Timur memicu keresahan publik, khususnya di Kota Samarinda.

Praktik ilegal ini terungkap setelah Polda Kaltim menemukan proses pencampuran beras kualitas tinggi dengan beras standar, yang kemudian dikemas ulang dan dipasarkan sebagai beras premium.

Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto, mengecam keras praktik tersebut, menyebutnya sebagai bentuk penipuan terhadap konsumen.

Menurutnya, tindakan itu bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap komoditas kebutuhan pokok.

“Ini jelas ulah oknum. Jangan digeneralisasi ke semua pelaku usaha. Tapi mencampur beras berkualitas rendah lalu menjualnya sebagai premium demi keuntungan pribadi adalah kecurangan yang merugikan rakyat,” ujar Rusdi, Jumat (1/8/25).

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, teliti, dan tidak mudah tergiur harga murah yang tak sebanding dengan kualitas yang dijanjikan.

“Penting menjadi pembeli yang cerdas. Kalau ada kejanggalan, segera laporkan ke pihak berwenang,” tegasnya.

Dua merek beras yang diduga terlibat dalam kasus ini adalah Mawar Sejati dan Rambutan. Meski berlabel premium, keduanya diduga hasil pencampuran dengan kualitas di bawah standar.

Baca Juga:  Borneo FC Menuju Asia, Renovasi Stadion Segiri Jadi Prioritas Bersama
Baca Juga:  Pemkab Kukar Kaji Penyediaan APAR di Rumah Warga Cegah Kebakaran

Rusdi mendesak pemerintah daerah, melalui dinas terkait, memperketat pengawasan distribusi bahan pokok di pasar.

Menurutnya, kontrol ketat diperlukan untuk memastikan kualitas beras tetap sesuai standar dan aman dikonsumsi.

“Kami minta masyarakat jangan mudah tergiur label premium berharga murah. Pemerintah daerah juga harus hadir memastikan kualitas beras yang beredar tidak merugikan rakyat,” pungkasnya.

 

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru