Lintasjejaring.com, Samarinda – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, bersama Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Syaifudian, M.P.P, menggelar Workshop Pendidikan, dengan fokus membahas peran strategis komite sekolah, dalam pengembangan pendidikan di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan komite sekolah dari berbagai daerah di Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, Hetifah menegaskan bahwa komite sekolah tidak boleh dipandang sebatas penggalangan dana.
“Komite sekolah harus menjadi jembatan aspirasi antara orang tua, masyarakat, dan sekolah. Mereka juga bisa menjadi penghubung dengan pihak pendukung seperti alumni dan perusahaan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, di era digital saat ini, literasi teknologi orang tua menjadi kunci keberhasilan proses belajar anak. Jika anak dan orang tua, telah memiliki sudut pandang yang sama, dalam memanfaatkan teknologi, maka kualitas dari sang anak juga akan berkembang.
“Perbedaan pemahaman antara orang tua dan anak, dalam memanfaatkan teknologi, dapat memengaruhi komunikasi mereka. Misalnya, di game Roblox, anak belajar koding, bermain peran, dan berkolaborasi, sementara orang tua sering mengira mereka hanya bermain saja,” jelas Hetifah.
Hetifah mendorong komite sekolah agar lebih kreatif, termasuk menjadi mediator antara anak dan orang tua di tengah pesatnya modernisasi teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda (Disdikbud), Dr. H. Asli Nuryadin, S. Pd., M.M., turut menekankan peran penting komite sekolah dalam membimbing baik siswa maupun orang tua.
“Kami akan terus mendorong komite sekolah agar lebih kreatif, efisien, dan profesional dalam menjalankan perannya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya regulasi sumbangan di sekolah.
“Sumbangan harus murni sukarela, tanpa paksaan atau ancaman. Komite sekolah wajib memastikan prinsip ini dipatuhi,” tegasnya.
Diskusi ini juga menghasilkan sejumlah gagasan untuk memperkuat peran komite sekolah, seperti mengubah pola komunikasi dengan orang tua melalui kunjungan rumah, menjembatani solidaritas sosial lewat subsidi silang bagi siswa kurang mampu, dan menginisiasi kegiatan kreatif yang langsung berdampak pada peningkatan mutu sekolah.
“Jika dikelola dengan baik, komite sekolah akan menjadi mitra yang kuat bagi sekolah, baik dalam pengembangan akademik maupun non-akademik,” pungkas Asli.
(Sean)









