Iswandi Soroti Ketidakadilan Sistem Zonasi SPMB di Samarinda

- Redaksi

Minggu, 23 Maret 2025 - 20:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Iswandi, Anggota DPRD Samarinda,

Foto : Iswandi, Anggota DPRD Samarinda,

Lintasjejaring.Com, Samarinda – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis zonasi kembali menjadi perdebatan di Samarinda. Anggota DPRD Samarinda, Iswandi, menilai kebijakan ini tidak adil dan dapat mengurangi motivasi belajar siswa.

SPMB, yang menggantikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengutamakan penerimaan siswa berdasarkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah. Menurut Iswandi, sistem ini justru melemahkan semangat kompetisi akademik.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Dukung Revitalisasi Pasar Segiri, Ingatkan Soal Edukasi Pedagang

“Anak-anak bisa berpikir, ‘Saya pasti diterima karena rumah saya dekat sekolah,’ tanpa merasa perlu belajar lebih giat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti bahwa zonasi membatasi kesempatan siswa berprestasi di luar zona untuk masuk ke sekolah unggulan. Akibatnya, kualitas pendidikan bisa terpengaruh karena penerimaan siswa lebih bergantung pada domisili dibandingkan prestasi akademik.

Baca Juga:  Sri Puji Ajak Warga Tingkatkan Literasi Digital Lewat Media Sosial

Meski tujuan awal kebijakan ini adalah pemerataan akses pendidikan, banyak orang tua yang merasa dirugikan karena anak mereka tidak bisa masuk ke sekolah impian meskipun memiliki nilai tinggi.

DPRD Samarinda berencana mengevaluasi kebijakan ini dan mengusulkan perubahan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Baca Juga:  PSGA UINSI Samarinda Tanamkan Nilai Adab Untuk Relasi Sehat Remaja

“Kita perlu sistem yang lebih adil, yang tetap memberi kesempatan berdasarkan kemampuan siswa, bukan hanya lokasi tempat tinggal,” tegas Iswandi.

Diakhir ia berharap agar seiring meningkatnya kritik terhadap sistem zonasi, diperlukan solusi yang bisa menyeimbangkan pemerataan pendidikan tanpa mengorbankan prinsip meritokrasi.

(Has)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA