Pemilik Lahan Pasar Harapan Baru Laporkan Kabag Hukum Pemkot Samarinda dan Anak Kuasa Hukum ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur

- Redaksi

Jumat, 27 Desember 2024 - 15:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintasjejaring.com, Samarinda – Para pemilik lahan di kawasan Harapan Baru masih menantikan kepastian terkait pelunasan dana atas tanah mereka yang kini telah digunakan untuk pembangunan Pasar Harapan Baru. Masalah ini memunculkan ketegangan antara pemilik lahan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, yang hingga kini belum memenuhi janji pembayaran.

Syahrul, salah satu pemilik lahan, mengungkapkan bahwa setelah melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Samarinda pada Senin (23/12/2024), mereka melaporkan Kabag Hukum Pemkot Samarinda dan anak kuasa hukum ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur. Laporan ini dilakukan karena adanya kejanggalan dalam proses pelunasan yang melibatkan pihak-pihak terkait.

Baca Juga:  Andi Harun Soroti Tumpang Tindih OPD, Integrasi Kerja Jadi Fokus Pemkot Samarinda

“Kami merasa tidak diberi hak yang semestinya atas tanah kami, padahal kami adalah ahli waris yang sah. Kami sudah mengajukan rekening ahli waris untuk menerima pembayaran, namun uangnya malah masuk ke rekening bersama yang melibatkan kuasa hukum,” jelas Syahrul, Jumat (27/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ketidakjelasan ini memunculkan rasa ketersinggungan antara pemilik lahan dan Pemkot Samarinda, karena dana pembayaran tersebut tidak langsung diterima oleh mereka sebagai pemilik sah. “Kami heran, kenapa pembayaran tidak langsung masuk ke rekening kami? Padahal, kami sudah mengajukan rekening yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Samarinda Sebut Membangun Kota Tepian Harus Dengan Gotong Royong

Syahrul menambahkan bahwa meskipun masalah ini bisa diselesaikan setelah pelunasan, pihaknya tetap menuntut agar dana tersebut segera diterima oleh ahli waris sesuai dengan kesepakatan yang sudah ditetapkan pada bulan Desember.

Lebih lanjut, Syahrul mengungkapkan kejanggalan terkait nama yang tercatat dalam rekening bersama, yaitu Pontius Ding Ingan Beraan. Menurutnya, Pontius Ding bukanlah kuasa hukum yang sah, karena pengacara yang seharusnya mewakili mereka adalah ayah Pontius Ding yang telah meninggal. “Anaknya tidak berhak mengambil alih peran tersebut. Bahkan, Pontius Ding bukan pengacara kami, melainkan dia yang malah diberikan kuasa oleh kami,” kata Syahrul.

Baca Juga:  Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Hal ini, menurut Syahrul, adalah pelanggaran hukum, dan mereka berharap Kejaksaan Tinggi dapat memberikan kejelasan terkait masalah pelunasan yang telah dijanjikan. “Kami berharap Kajati segera menindaklanjuti laporan kami dan memberikan titik terang mengenai hak kami sebagai pemilik lahan,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru