Lintasjejaring.com, Samarinda- Komisi X DPR-RI laksanakan Workshop Pendidikan Di Kota Samarinda. Dorong percepatan persiapan sumber daya manusia (SDM) unggul di Kalimantan Timur. Sabtu, (09/11/24) siang.
Pelaksanaan Workshop Pendidikan dilaksanakan bersama dengan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), di Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda.
Turut hadir pula, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili oleh Wakil Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Samarinda, Didi Agung Widiantoro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran sentral pendidikan pada arus perkembangan bangsa dan negara, menjadi satu-satunya aspek yang mampu menyongsong majunya sebuah negara. Untuk itu, penting bagi seluruh sektor pendidikan untuk terus meningkatkan daya dan upaya dalam menciptakan generasi bangsa yang unggul.
Workshop Pendidikan yang dilakukan, mendorong upaya seluruh tenaga pendidik untuk menciptakan generasi bangsa yang unggul tidak hanya secara akademis, namun juga secara psikologis.
Bertemakan “Peran Pendidik Dalam Penyiapan SDM Untuk Indonesia Emas 2045”, Hetifah Sjaifuddin selaku Ketua Komisi X DPR-RI menekankan pentingnya peran para pendidik dalam mempersiapkan SDM bangsa yang unggul, siap dalam bekerja dan menciptakan berbagai peluang yang meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia.
Menurutnya, Peran pendidik tidak hanya pada memberikan ilmu pengetahuan pada peserta didik. Lebih dari itu, perlu dibangun karakter unggul pada generasi bangsa kedepan.
“Indonesia punya cita-cita besar di tahun mendatang. Untuk itu, peran dunia pendidikan, perlu di dorong dengan sekuat tenaga, untuk memberikan efek percepatan pada tujuan kita,” ucapnya.

Dengan cita-cita ‘Menuju Indonesia Emas 2045’, tentunya seluruh aspek menjadi penunjang dalam upaya yang ditempuh. Ditargetkan dalam pemaparan Hetifah, Indonesia memargetkan raa-rata lama sekolah menjadi 12 tahun, Angka Partisipasi Kasar (APK) pergutuan tinggi mencapai 60 persen, serta angkatan kerja lulusan pendidikan SMA sederajat dan PT mencapai 90 persen.
Tidak hanya itu, pendidikan vokasi dan penyelarasan pengembangan ilmu di perguruan tinggi, diarahkan untuk menjawab perubahan struktur ekonomi dengan ditopang oleh kemitraan tiga pihak, yaitu pemerintah, perguruan tinggi dan industri yang kuat. Tenaga kerja terampil dengan keahlian khusus dan penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan dalam pasar kerja yang kompetitif.
“Disisi lain, kita juga perlu untuk memperhatikan lingkungan belajar yang meghargai seluruh peserta didik. Komponen-komponen tenaga pendidik harus memilki kualitas yang premium dalam mendidik generasi bangsa,” tegasnya.
Salah satu bentuk keseriusan wanita yang pernah menempuh pendidikan Master In Public Policy dari National University of Singapore (NUS) tersebut, adalah dengan memasukkan Revisi UU Sistem Pendidikan Nasional ke dalam Program Legislatif Nasional (Prolegnas) tahun 2025 mendatang.
Insya allah, ditahun depan (2025), kita akan laksanakan Revisi UU Sistem Pendidikan Nasiolan. Ini adalah atijuran yang berbicara tehtang sistem pendidikan kita. Kita akan susun ulang dengan lebih baik,” ungkapnya.
Fokusnya pada dunia pendidikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Kecintaan terhadap generasi bangsa, dibuktikan dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
Duduknya Hetifah di kursi Ketua Komisi X DPR-RI, membuat dirinya memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia kedepan. Terutama, dalam mewujudkan ‘Indonesia Emas 2045’ mendatang.
“Kalau hari ini, Jakarta adalah Indonesia masa kini. Kaltim adalah Indonesia masa depan.”tandasnya.
(Zul)









