LINTASJEJARING.COM, ENSIKLOPEDIA – Hiu Wobbegong ( Keluarga Orectolobidae ) atau Hiu karpet predator yang pemalas, namun mematikan, yang kerap berkeliaran di perairan hangat.
Hiu Wobbegong atau kerap dikenal dengan nama Hiu Karpet, merupakan ikan hiu yang memiliki panjang 3,5 meter ini hidup di perairan dengan iklim tropis dan sub – tropis, berada di wilayah perairan pasifik barat, yakni wilayah laut negara Australia, Papua Nugini, Indonesia, China, Jepang serta deretan Kepulauan Polinesia.
Kata Wobbegong sendiri merupakan nama yang diberikan oleh suku aborigin yang mendiami pantai Australia. Sedangkan, nama Hiu Karpet diberikan karena pola kulitnya yang unik serta cara hiu ini berburu. Hiu Wobbegong berburu dengan cara membenamkan dirinya pada pasir serta menunggu mangsanya masuk dalam jangkauan serangannya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pola unik yang berada pada kulitnya menjadikan kamuflase hiu ini semakin menyatu dengan sekitar sehingga membingungkan mangsanya, tak jarang hiu ini melukai para penyelam mengingat kamuflase yang dilakukan oleh hiu ini membuat para penyelam mengangap hiu tersebut adalah batu karang dan tidak sengaja menginjaknya.

Selain dari ketidaksengajaan yang terjadi, kemalasan Hiu Wobbegong ini juga menjadi daya tarik para penyelam untuk mengganggu Hiu Wobbegong dengan memegang dan menarik ekornya, hal ini merupakan tindakan yang berbahaya mengingat, Hiu Wobbegong tidak hanya dilengkapi dengan gigi tajam, akan tetapi juga kelincahan yang cukup tinggi yang menjadikan Hiu Wobbegong cukup berbahaya walau tidak menyerang manusia.
Sederet gigi tajam yang berada di mulutnya serta, rahang hiu ini yang terdorong keluar saat menyerang mangsanya. Tidak seperti kebanyakan hiu yang mengigit dan mengoyak daging mangsanya, Hiu Wobbegong menancapkan giginya pada mangsanya dan tidak melepaskannya.
Selain, Kemampuan Berkamuflase yang dimiliki Hiu ini, daya kunci rahang Hiu Wobbegong juga menjadi kunci serangan mematikan yang dimilikinya.
Habitat Hiu Wobbegong kerap berada di sekitaran terumbu karang, dibawah dermaga serta di sekitaran teluk berpasir. Mangsa dari Hiu Wobbegong adalah ikan, cumi – cumi, moluska, serta krustasea.
Rentang usia Hiu Wobbegong mencapai angka 20 – 30 tahun, yang menjadikan Hiu Wobbegong tergolong hiu yang berumur panjang. Walaupun populasi Hiu Wobbegong menurun akan tetapi, Hiu Wobbegong tidak termasuk kedalam status hewan yang terancam punah, mengingat Hiu tersebut jarang diburu oleh manusia.
Menurunnya populasi Hiu Wobbegong disebabkan oleh Habitatnya yang hilang dan rusak serta, tingkat reproduksi yang rendah. Untuk meningkatkan populasi dari hiu ini, telah banyak tempat konservasi yang menggembangbiakkan Hiu Wobbegong hingga dewasa, kemudian akan dilepaskan kembali ke lautan.
(sean)









