Amigurumi Disiapkan Jadi Identitas Kerajinan Lokal PPU, Pengrajin Bakal Dapat Pelatihan Lanjutan

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kerajinan amigurumi mulai dikembangkan sebagai calon produk suvenir khas Kabupaten Penajam Paser Utara.

Foto: Kerajinan amigurumi mulai dikembangkan sebagai calon produk suvenir khas Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lintasjejaring.com, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai menyiapkan amigurumi sebagai salah satu alternatif suvenir khas daerah. Kerajinan berbahan benang dengan teknik rajut dan renda ini diarahkan memiliki karakter lokal agar mampu memperkuat identitas produk kerajinan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pengrajin. Sabtu (24/10/2026).

Pengembangan amigurumi menjadi bagian dari upaya memperluas ragam produk kerajinan unggulan PPU. Selama ini, produk lokal seperti batik dan sepatu telah lebih dahulu dikembangkan. Kini, kerajinan boneka rajut tersebut mulai dilirik untuk menambah pilihan produk yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat maupun pengunjung daerah.

Kepala Bidang Perindustrian KUKM Perindag PPU, Yuli Setiyowati, mengatakan pengembangan amigurumi merupakan gagasan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) PPU yang ingin mendorong lebih banyak jenis kerajinan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau batik memang sudah ada beberapa yang memiliki hak merek. Nah, selain sepatu, ini yang menjadi gagasan Ibu Bupati selaku Ketua Dekranasda. Beliau ingin lebih gencar menggalakkan kerajinan amigurumi,” ujar Yuli.

Mengangkat Karakter Daerah sebagai Ciri Khas

Amigurumi merupakan seni kerajinan asal Jepang yang menghasilkan boneka maupun berbagai bentuk objek tiga dimensi menggunakan teknik merajut atau merenda benang. Hasil kerajinan tersebut kemudian diisi bahan seperti dakron untuk membentuk objek yang padat dan memiliki karakter tertentu.

“Amigurumi ini bisa dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Pengrajin dapat mengembangkan desain sesuai kreativitas maupun permintaan pasar,” tambahnya.

Yuli menyebut, kemampuan membuat kerajinan amigurumi sebenarnya sudah dimiliki sejumlah pengrajin di PPU. Mereka telah mampu menghasilkan produk dengan ukuran beragam, mulai dari boneka kecil hingga berukuran lebih besar.

“Pengrajin di kita itu sudah ada yang membuat seperti ini. Mau ukuran besar, kecil, bahkan yang lebih kecil lagi juga ada,” ungkapnya.

Meski demikian, tantangan pengembangannya bukan sekadar memperbanyak produk. Kerajinan tersebut juga perlu memiliki pembeda agar tidak hanya menjadi boneka rajut biasa yang mudah ditemukan di daerah lain.

Baca Lainnya:  Elita Herlina : Bupati Terpilih Harus Tuntaskan Janji Kampanye

Salah satu pendekatan yang disiapkan adalah memasukkan unsur karakter lokal ke dalam desain amigurumi. Bentuk hewan atau objek yang memiliki keterkaitan dengan identitas daerah dapat dijadikan inspirasi dalam menciptakan produk.

Yuli mencontohkan karakter rusa sebagai salah satu bentuk yang berpotensi dikembangkan menjadi desain khas PPU. Dengan pendekatan tersebut, produk yang dihasilkan diharapkan mempunyai identitas yang lebih mudah dikenali.

“Kita berusaha supaya ada kekhasannya. Misalnya bentuk rusa atau karakter lainnya yang bisa menjadi identitas daerah. Jadi, bukan hanya membuat boneka biasa, tetapi ada ciri khas yang bisa dikenali orang,” jelasnya.

Penguatan karakter lokal ini menjadi bagian penting agar amigurumi memiliki nilai lebih sebagai produk kerajinan daerah. Selain mengandalkan keterampilan merajut, pengrajin juga didorong untuk mengembangkan kreativitas dalam menentukan bentuk dan desain.

Baca Lainnya:  PPU Baru Tetapkan Empat Cagar Budaya, Puluhan ODCB Masih Jalani Kajian

Pelatihan Lanjutan Disiapkan Akhir Tahun

Untuk memperkuat kemampuan pengrajin, Dinas KUKM Perindag PPU berencana menggelar pelatihan lanjutan amigurumi pada November atau Desember 2026.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pengrajin memperdalam teknik pembuatan, meningkatkan keterampilan, serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik. Pengembangan kemampuan ini juga diperlukan agar pengrajin dapat memenuhi kebutuhan produk dalam berbagai ukuran dan desain.

Yuli mengatakan pelatihan lanjutan tersebut sekaligus dipersiapkan untuk mendukung agenda Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 2027. PPU direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan hasil kerajinan masyarakat.

“Insyaallah, November atau Desember nanti ada pelatihan lanjutan supaya pengrajin lebih mendalami teknik ini. Harapannya, ketika ada kegiatan HKG PKK Kaltim 2027 dan kita menjadi tuan rumah, produk ini bisa ditampilkan,” katanya.

Momentum tersebut diharapkan memberikan kesempatan bagi pengrajin untuk memperkenalkan amigurumi kepada masyarakat yang lebih luas. Produk yang memiliki desain khas daerah juga berpeluang menjadi pilihan suvenir bagi peserta maupun pengunjung kegiatan.

Baca Lainnya:  Kualitas Udara Capai 117,5, Pemkab Bulungan Hentikan Sekolah Tatap Muka

Di sisi lain, pengembangan kerajinan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan dan pameran. Kemampuan pengrajin perlu terus diperkuat agar produksi dapat berkembang dan memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.

Yuli berharap amigurumi dapat tumbuh menjadi salah satu produk kerajinan bernilai ekonomi bagi masyarakat PPU. Kehadirannya juga diharapkan memperkaya pilihan produk unggulan daerah, sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas pengrajin untuk menghasilkan karya yang membawa identitas lokal.

Dengan pengembangan desain berciri khas daerah dan peningkatan keterampilan melalui pelatihan, amigurumi diproyeksikan menjadi salah satu alternatif suvenir yang dapat memperkenalkan karakter Penajam Paser Utara kepada masyarakat luar.

(Mat/ADV)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas
Kepala DPU Kukar, Perbaikan Turap Taman Musik Masuk Penganggaran 2027
Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman
Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar
Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kecil, Akbar Haka Desak PLN Buka Penyebab Gangguan
DPRD Kukar Gandeng Dua Kampus untuk Perkuat Kajian Kebijakan Daerah
Rendi Dorong Pendapatan Pantai Tanah Merah Kembali Untuk Pengembangan Fasilitas
Kesbangpol Kukar Siapkan Komandan Upacara Hari Pahlawan, Paskibraka Terlibat Pengibaran Bendera

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WITA

Minim Penerangan Jalan Jadi Aspirasi Warga Anggana, Camat Rokip: Wliayah Handil Terusan Masuk Prioritas

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WITA

Venue MTQH ke-46 Dimatangkan, Pemkab Kukar Libatkan EO Berpengalaman

Senin, 2 November 2026 - 21:20 WITA

Abdul Rasid Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik dan Pertamina Tambah Kuota BBM Kukar

Senin, 2 November 2026 - 20:37 WITA

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kecil, Akbar Haka Desak PLN Buka Penyebab Gangguan

Senin, 2 November 2026 - 19:58 WITA

DPRD Kukar Gandeng Dua Kampus untuk Perkuat Kajian Kebijakan Daerah

Berita Terbaru