Lintasjejaring.com, Samarinda – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 69 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai tidak cukup jika hanya dimaknai melalui pembangunan fisik semata. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Budianto Bulang, mengingatkan akan pentingnya menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai prioritas utama daerah, Sabtu (10/1/2026).
Investasi terbaik untuk jangka panjang bagi Kaltim, tidak hanya terletak pada pembangunan infrastrukturnya saja, seperti jalan dan gedung, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan, skill (keterampilan), serta karakter generasi muda, agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.
Menurut Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemandirian daerah, termasuk juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar Kaltim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan SDM adalah fondasi jangka panjang. Kaltim tidak boleh hanya menjadi penonton saja, di tanahnya sendiri. Generasi muda kita harus kita siapkan sedari dini, agar mampu mengambil peran strategis nantinya,” tegasnya.
Ia menilai bahwa, posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadikan peningkatan kualitas manusia lokal sebagai kebutuhan yang mendesak. Tanpa kesiapan SDM yang unggul, peluang ekonomi dan pembangunan yang hadir justru berpotensi dinikmati oleh pihak luar.
Ia juga mendorong agar terbangunnya sinergi yang kuat antara pihak Pemerintah Daerah (Pemda), DPRD, Dunia Pendidikan, serta sektor swasta agar program pembangunan SDM dapat berjalan secara terarah, dan berkelanjutan.
Dikenal aktif turun ke lapangan, ia kerap menyerap aspirasi masyarakat hingga ke wilayah pedalaman di daerah pemilihannya (Dapil). Ia menekankan akan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat, agar warga di daerah pelosok memiliki kesempatan yang setara dengan masyarakat perkotaan.
“Kedepannya, pembangunan kualitas SDM tidak boleh hanya terfokuskan di kota saja. Daerah pedalaman juga harus mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.
Lanjut, ia menambahkan bahwa, penguatan kualitas SDM menjadi langkah strategis seiring dengan upaya Kaltim yang menuju kemandirian ekonomi. Ketergantungan terhadap dana Transfer Ke Daerah (TKD) dari Pusat, secara bertahap harus dikurangi dengan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang ditopang oleh SDM yang produktif dan berdaya saing.
“Peringati HUT Kaltim bukan hanya sekedar seremoni saja. Ini momentum refleksi sejauh mana kita dapat menyiapkan masa depan daerah. SDM unggul adalah kunci menuju Kaltim yang berdaulat dan mandiri,” pungkasnya.
(Sean)









