Tak Ada Sanksi Pidana, DPRD Samarinda Lindungi Pelaku Usaha Mikro Lewat Raperda

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Viktor Yuan, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda.

Foto : Viktor Yuan, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, melalui Komisi II bersama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro (UKM) dan Perindustrian Kota Samarinda, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Samarinda terkait, menggelar rapat pembahasan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Usaha Mikro. Rapat ini membahas terkait dengan hasil analisis konsepsi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.

Viktor Yuan, selaku Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, menjelaskan bahwa dalam finalisasi Raperda tersebut turut diatur mengenai sanksi bagi para pelaku usaha mikro, yang melakukan pelanggaran. Akan tetapi, penekanan utama regulasi ini tetap pada pemberdayaan, pengembangan, dan perlindungan usaha mikro agar mampu berkembang dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Yang dibahas bukan hanya soal sanksi, tetapi bagaimana Pemerintah hadir melakukan pemberdayaan, pengembangan, serta perlindungan usaha mikro supaya bisa tumbuh dan memberikan dampak ekonomi, bagi masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, DPRD bersama Pemerintah Daerah (Pemda) juga tengah menyusun ketentuan sanksi agar pelaksanaan usaha mikro dapat berjalan dengan tertib, dan sesuai dengan peraturan perundang – undangan serta peraturan wali kota.

Baca Juga:  Maju Pilkada Samarinda, Saefuddin Zuhri Sudah Kantongi Formulir Nasdem
Baca Juga:  Akan Beli Hasil Pertanian Lokal, Dinas Ketahanan Pangan Maksimalkan Produk Lokal

Ia juga menegaskan, dalam Raperda ini sanksi pidana terhadap pelaku usaha mikro dihapuskan. Menurutnya, dunia usahae jb telat dikenakan dengan sanksi administratif dan perdata, bukan pidana.

“Sanksi pidana kita hapus. Dalam berusaha itu cukup sanksi perdata dan administratif saja,” jelasnya.

Adapun sanksi yang diatur bersifat bertahap, mulai dari peringatan, penghentian sementara, penutupan sementara, hingga penutupan permanen. Namun, seluruh tahapan sanksi tersebut tetap mengedepankan pembinaan terhadap para pelaku usaha mikro.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja BKKBN RI Ke Kubar, Hasto : Kasus Stunting Di Kubar Telah Menurun

Terkait dengan perizinan, ia juga menyampaikan.paikan bahwa kewajiban utama bagi pelaku usaha mikro, adalah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai izin paling sederhana. Sementara itu, untuk sertifikasi halal, ia menekankan hal tersebut merupakan pembahasan terpisah dan berada di ranah kebijakan lain.

“Sertifikasi halal itu beda konteks. Yang kita bahas saat ini adalah usaha mikro, yang memasarkan produk – produk halal. Kewajiban dasarnya tetap izin usaha, minimal NIB,” tandasnya.

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan
Samarinda Menuju Zero Tambang 2026, Pariwisata dan Industri Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi
Aspirasi Reses DPRD Samarinda Tak Otomatis Terwujud, Warga Diminta Ikuti Jalur Musrenbang
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan

Berita Terbaru