Jaringan GUSDURian Kecam Kekerasan Aparat, Desak Presiden Copot Kapolri

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Logo Gusdurian

Foto : Logo Gusdurian

Lintasjejaring.com, Jakarta – Jaringan GUSDURian menyampaikan duka cita, dan simpati mendalam, kepada para korban kekerasan dalam penanganan aksi demonstrasi, yang terjadi beberapa hari terakhir.

Mereka menilai ekskalasi kekerasan aparat, dipicu oleh kebijakan pemerintah dan DPR, yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Dalam pernyataannya, GUSDURian juga menyoroti berbagai faktor pemicu protes, mulai dari kenaikan pajak, tunjangan DPR, praktik rangkap jabatan, hingga merajalelanya korupsi. Situasi ini, menurut mereka, makin memperburuk penderitaan masyarakat, yang sedang menghadapi PHK massal, pengangguran tinggi, dan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tujuh Tuntutan GUSDURian

Menyikapi kondisi tersebut, Jaringan GUSDURian menyampaikan 7 tuntutan:

1. Mendesak Presiden menghentikan represi aparat dalam menangani demonstrasi.

2. Menuntut Presiden melakukan reformasi Polri dan mencopot Kapolri akibat tindak kekerasan yang berulang.

Baca Juga:  Video: Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

3. Menuntut pencabutan berbagai fasilitas dan tunjangan pejabat pemerintah maupun DPR yang memicu kemarahan publik.

4. Mendesak DPR memastikan kebijakan negara berpihak pada kepentingan rakyat.

5. Menuntut pemerintah menegakkan rule of law dan memberantas korupsi yang semakin vulgar dan brutal.

6. Mendorong lembaga negara independen menjalankan fungsi pengawasan untuk menjamin perlindungan hak konstitusional warga.

Baca Juga:  Kembali Mengalami Penaikkan, Harga Emas Antam Jadi Rp1. 142. 000 Per Gram

7. Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil melakukan konsolidasi gerakan demi menjaga prinsip-prinsip demokrasi substantif.

Pernyataan ini, menambah daftar tekanan dari kalangan masyarakat sipil, akademisi, hingga organisasi keagamaan, yang menuntut perubahan arah kebijakan pemerintah, serta penghentian pendekatan represif terhadap warga.

 

 

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru