Tinggalkan Cara Lama, DPRD Samarinda Dorong Penataan Kota Berbasis Risiko Bencana

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 16:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Foto : Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Lintasjejaring.com, Samarinda – Penanganan banjir di Kota Samarinda dinilai tak lagi efektif jika terus dilakukan dengan pendekatan reaktif. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa solusi jangka pendek seperti pengerukan drainase tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tahunan ini.

Menurut Deni, Samarinda membutuhkan perubahan paradigma dalam penataan kota, yakni dengan mengedepankan pendekatan berbasis risiko bencana.

“Selama ini kita hanya sibuk memperbaiki saluran, tapi melupakan akar persoalan. Banjir terjadi berulang karena pelanggaran tata ruang dan pembangunan di zona rawan bencana,” katanya, Senin (30/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyoroti keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas sempadan sungai sebagai salah satu penyebab utama banjir. Padahal, aturan tata ruang jelas mengatur adanya jarak aman antara bangunan dan badan sungai, minimal 30 hingga 50 meter.

“Fakta di lapangan menunjukkan banyak rumah dibangun tepat di atas aliran sungai. Ini bukan hanya melanggar hukum, tapi juga sangat membahayakan penghuninya. Ketika hujan deras turun, air meluap karena salurannya tersumbat,” ujarnya.

Melihat urgensi tersebut, DPRD Kota Samarinda tengah menginisiasi pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur larangan pembangunan di atas sempadan sungai dan kawasan rawan bencana.

Baca Juga:  Kilat Buka Konferda GKII Kayan Hilir, Dorong Gereja Perkuat Pelayanan dan Peran Sosial
Baca Juga:  Sejumlah Anggota DPRD Kaltim Hadir Via Zoom, Aturan Kehadiran Mulai Diperketat

Deni menilai, aturan tegas sangat dibutuhkan sebagai landasan hukum dalam menata kembali kawasan kritis.

“Kita butuh keberanian untuk merapikan tata ruang kota. Jangan sampai alasan kebutuhan atau lemahnya pengawasan membuat kawasan berisiko tetap dihuni,” tegasnya.

Selain aturan, ia juga menekankan pentingnya penerapan Analisis Risiko Bencana (ARB) dalam setiap proyek pembangunan, baik oleh pemerintah maupun swasta. Penerapan prinsip Pengurangan Risiko Bencana (PRB), menurutnya, harus menjadi standar mutlak.

“Pembangunan di kawasan rawan tanpa mempertimbangkan ARB sama saja dengan menciptakan bencana masa depan. Kita harus mengubah pola pikir dari reaktif menjadi preventif,” jelas Deni.

Ia turut menyinggung keterbatasan dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia dalam APBD, yang dinilai tidak akan cukup jika penanganan bencana hanya dilakukan setelah kejadian. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi strategi paling efisien dan bijak.

“Berapa pun besar anggarannya, tidak akan pernah cukup jika kita terus hanya memadamkan bencana. Yang paling masuk akal adalah mencegahnya sejak awal melalui penataan wilayah yang tepat,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Baca Juga:  Deni Hakim Soroti Parkir Sembarangan, Jukir Minim Latihan Dan Sistem Pengawasan Lemah

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla
Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam
Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional
Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas
Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober
Pemkab Kukar dan Pemkot Samarinda Satukan Langkah Tangani Persoalan Aliran Air Loa Janan Ulu
Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah
DLH Samarinda Ultimatum Pengusaha Tahu di Lempake, Sepekan Wajib Benahi Limbah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Tak Hanya di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Samarinda Hadir Bantu Warga Hadapi Asap Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WITA

Diduga Dianiaya karena Tuduhan Curi Peralatan Bengkel, Pria di Samarinda Tewas Di Sungai Mahakam

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:46 WITA

Kalah Judi Online, Karyawan di Samarinda Bawa Kabur Mobil Operasional

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Profesionalisme, Disiplin, dan Integritas Petugas

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WITA

Kabut Asap Samarinda Masih Bertahan, BMKG Prediksi Berawan hingga 8 Oktober

Berita Terbaru