Waspada Banjir Dan Longsor, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perketat Pengawasan Zona Rawan

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 18:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Abdul Rohim, Komisi III DPRD Kota Samarinda

Foto : Abdul Rohim, Komisi III DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Bencana banjir dan longsor masih menjadi ancaman serius bagi warga Kota Tepian, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Samarinda. Peristiwa longsor yang terjadi di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, pada 12 Mei 2025 bahkan telah menelan korban jiwa.

Merespons hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) agar segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Musibah memang tidak bisa ditebak, tapi antisipasi itu harus dilakukan, apalagi di kawasan yang sudah teridentifikasi rawan oleh BPBD,” ujar legislator dari Fraksi PKS itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa struktur tanah dan tingkat kemiringan di beberapa lokasi di Samarinda memiliki potensi bencana yang tinggi. Terlebih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memiliki peta risiko dan potensi bencana yang cukup rinci.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Baca Juga:  Sani Bin Husain Biayai Kupon Subsidi dari Gaji Pribadi, LPG 3 Kg Dijual Rp10 Ribu

Dengan adanya data tersebut, Rohim mendorong agar Pemkot tak ragu mengambil langkah tegas dalam pengawasan dan pengendalian kawasan rawan bencana.

“Kalau sebuah area sudah ditetapkan sebagai zona berisiko tinggi terhadap bencana, ya harus tegas. Tidak boleh ada aktivitas apapun, termasuk permukiman,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah memasang tanda peringatan yang jelas di setiap kawasan rawan bencana. Hal ini untuk mencegah masyarakat membangun atau beraktivitas di lokasi yang berisiko tinggi.

“Kadang ada yang tetap ngotot walau tahu risikonya. Maka dari itu, tugas pemerintah untuk pasang peringatan. Dan kalau masih dilanggar, ya harus ditindak,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar Mendukung Rencana Pemkot Pengadaan Bus Sekolah

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru