Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, meminta Pemerintah Kota Samarinda untuk mengevaluasi ulang proyek Terowongan Samarinda. Permintaan ini disampaikan menyusul insiden longsor yang terjadi setelah hujan deras beberapa waktu lalu.
Menurut Adnan, proyek strategis tersebut tidak boleh hanya dinilai dari sisi investasi dan pembangunan. Ia menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Harus ada penelitian menyeluruh. Libatkan universitas-universitas terkemuka, baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Jepang atau Korea yang sudah berpengalaman membangun terowongan,” kata Adnan, Sabtu (17/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai studi kelayakan pasca-longsor sebaiknya melibatkan lembaga independen, sebagaimana Pemkot pernah lakukan dalam kasus BBM oplosan sebelumnya.
“Ada longsoran, tapi kita diam saja, itu keliru. Lakukan penelitian seperti saat Pak Wali Kota menangani kasus motor berebet. Biarkan para ahli yang bicara, apa pun hasilnya, harus kita terima,” tegasnya.
Adnan juga menyampaikan kekhawatirannya apabila proyek ini terus dilanjutkan tanpa mitigasi risiko dan kajian yang matang. Ia mengingatkan bahwa mengejar target pembangunan tak seharusnya mengorbankan rasa aman masyarakat.
Ia juga membantah bahwa kritik yang dilontarkannya bertujuan menjatuhkan Wali Kota Andi Harun. Menurutnya, kritik yang membangun merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Kalau kebijakan benar, kita dukung. Tapi kalau ada yang keliru, kita wajib mengingatkan. Jangan sampai karena ego politik atau ketidaksukaan, kita menutup mata,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Adnan berharap Pemkot Samarinda terbuka terhadap masukan dan bersedia melibatkan kalangan akademisi serta pakar infrastruktur untuk mengevaluasi proyek yang digadang-gadang menjadi ikon kota itu.
(Gil/ADV DPRD Samarinda)









