RDP DPRD Samarinda Bahas Polemik Relokasi Pasar Subuh: Pedagang Pelengkap Jangan Diabaikan

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: RDP oleh Komisi I DPRD Kota Samarinda bersama dengan pihak terkait, permasalahan pasca relokasi pasar subuh.

Foto: RDP oleh Komisi I DPRD Kota Samarinda bersama dengan pihak terkait, permasalahan pasca relokasi pasar subuh.

Lintasjejaring.com, Samarinda-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (15/05/2025), di Ruang Rapat Lantai II Gedung DPRD Samarinda. Rapat ini digelar untuk membahas polemik yang timbul pasca relokasi Pasar Subuh.

RDP turut dihadiri oleh pemilik lahan, perwakilan pedagang Pasar Subuh, serta jajaran DPRD, guna memberikan penjelasan dan masukan terkait proses penggusuran serta opsi relokasi yang menuai polemik di masyarakat.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Saputra, memimpin jalannya rapat yang berlangsung cukup alot. Selain dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Achmad Vananzda, rapat ini juga diikuti oleh anggota Komisi I lainnya serta beberapa anggota Komisi II. Lamanya rapat disebabkan oleh banyaknya masukan dan informasi yang harus dihimpun, terutama dari pihak pedagang yang terdampak langsung.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan pentingnya solusi yang menyeluruh dan inklusif. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk tidak hanya memikirkan pedagang inti, tetapi juga pedagang pelengkap seperti penjual sayur, buah, dan makanan.

“Tolong dicarikan solusinya untuk para pedagang yang bukan bagian dari tematik utama. Kita harus cari win-win solution, termasuk untuk pedagang sayur, buah, dan makanan. Kalau dicampur dengan pedagang khusus seperti penjual babi, bisa rancu dan menimbulkan persoalan baru,” tegas Iswandi.

Ia juga menekankan perlunya transparansi dan keadilan dalam proses relokasi. Iswandi mendorong agar seluruh proses dikawal oleh pihak-pihak independen, termasuk mahasiswa, demi memastikan bahwa para pedagang benar-benar mendapatkan hak mereka secara layak.

Baca Juga:  Investor Tawarkan Solusi Sampah Modern, Pemkot Samarinda Buka Ruang Pendalaman Teknologi Pirolisis

Tak hanya itu, Iswandi turut mempertanyakan keterlibatan aparat dalam proses pembongkaran pasar yang terjadi pada Jumat (9/5/2025) lalu. Ia mengkritisi penggunaan aparat pemerintah, seperti Satpol PP, TNI, dan Polri, dalam kegiatan di atas lahan milik pribadi, serta mempertanyakan sumber pembiayaan kegiatan tersebut.

“Pembongkaran dengan melibatkan banyak aparat tentu membutuhkan biaya besar. Ini aset pribadi, tapi yang turun justru aparat pemerintah. Ini patut dipertanyakan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Iswandi berharap seluruh pedagang, baik yang termasuk kategori pelengkap maupun pedagang khusus, dapat terakomodasi secara layak dan manusiawi, dengan penempatan lokasi berdagang yang adil dan tidak diskriminatif.

Baca Juga:  Koordinasi Lemah, DPRD Samarinda Soroti Proyek Infrastruktur yang Saling Bertabrakan

DPRD bersama Pemkot Samarinda menyatakan komitmennya untuk terus mencari solusi terbaik demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA