Lintasjejaring.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan Ujian Nasional (UN).
Menurutnya, sistem pendidikan di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan negara lain. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diterapkan harus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat.
“Dulu kita sering membandingkan sistem pendidikan Finlandia sebagai yang terbaik di dunia. Namun, karakter masyarakat Indonesia berbeda, sehingga tidak bisa langsung diterapkan tanpa evaluasi mendalam,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai pendidik dengan pengalaman hampir 20 tahun, Ismail menilai bahwa keberadaan ujian nasional dapat mendorong siswa untuk lebih serius dalam belajar.
Tanpa tolok ukur yang jelas, banyak siswa cenderung kurang termotivasi dalam menuntut ilmu.
“Faktanya, masyarakat kita membutuhkan pemicu dan dorongan agar lebih giat belajar. Jika ujian nasional kembali diterapkan, ini bisa menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.
“DPRD Samarinda berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan di sektor pendidikan agar selalu berpihak pada peningkatan mutu dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ismail berharap sebelum menerapkan kembali UN, pemerintah melakukan kajian mendalam agar kebijakan tersebut benar-benar efektif dan tidak menjadi beban bagi siswa maupun tenaga pendidik.
(Has)









