Hiu Wobbegong, Predator Yang Pemalas Namun Mematikan

- Redaksi

Jumat, 8 November 2024 - 14:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Hiu Wobbegong ( Hiu Karpet )

Foto : Hiu Wobbegong ( Hiu Karpet )

LINTASJEJARING.COM, ENSIKLOPEDIA – Hiu Wobbegong ( Keluarga Orectolobidae ) atau Hiu karpet predator yang pemalas, namun mematikan, yang kerap berkeliaran di perairan hangat.

Hiu Wobbegong atau kerap dikenal dengan nama Hiu Karpet, merupakan ikan hiu yang memiliki panjang 3,5 meter ini hidup di perairan dengan iklim tropis dan sub – tropis, berada di wilayah perairan pasifik barat, yakni wilayah laut negara Australia, Papua Nugini, Indonesia, China, Jepang serta deretan Kepulauan Polinesia.

Kata Wobbegong sendiri merupakan nama yang diberikan oleh suku aborigin yang mendiami pantai Australia. Sedangkan, nama Hiu Karpet diberikan karena pola kulitnya yang unik serta cara hiu ini berburu. Hiu Wobbegong berburu dengan cara membenamkan dirinya pada pasir serta menunggu mangsanya masuk dalam jangkauan serangannya

Pola unik yang berada pada kulitnya menjadikan kamuflase hiu ini semakin menyatu dengan sekitar sehingga membingungkan mangsanya, tak jarang hiu ini melukai para penyelam mengingat kamuflase yang dilakukan oleh hiu ini membuat para penyelam mengangap hiu tersebut adalah batu karang dan tidak sengaja menginjaknya.

Foto : Ikan Hiu Wobbegong ( Hiu Karpet )

Selain dari ketidaksengajaan yang terjadi, kemalasan Hiu Wobbegong ini juga menjadi daya tarik para penyelam untuk mengganggu Hiu Wobbegong dengan memegang dan menarik ekornya, hal ini merupakan tindakan yang berbahaya mengingat, Hiu Wobbegong tidak hanya dilengkapi dengan gigi tajam, akan tetapi juga kelincahan yang cukup tinggi yang menjadikan Hiu Wobbegong cukup berbahaya walau tidak menyerang manusia.

Baca Juga:  DPRD Berau Dukung Upaya Menjaga Lingkungan Batiwakkal Dari Pencemaran Industri Sawit

Sederet gigi tajam yang berada di mulutnya serta, rahang hiu ini yang terdorong keluar saat menyerang mangsanya. Tidak seperti kebanyakan hiu yang mengigit dan mengoyak daging mangsanya, Hiu Wobbegong menancapkan giginya pada mangsanya dan tidak melepaskannya.

Selain, Kemampuan Berkamuflase yang dimiliki Hiu ini, daya kunci rahang Hiu Wobbegong juga menjadi kunci serangan mematikan yang dimilikinya.

Habitat Hiu Wobbegong kerap berada di sekitaran terumbu karang, dibawah dermaga serta di sekitaran teluk berpasir. Mangsa dari Hiu Wobbegong adalah ikan, cumi – cumi, moluska, serta krustasea.

Baca Juga:  Ekonomi Indonesia Naik 5,05 Persen Di Tengah Turunnya Ekonomi Global

Rentang usia Hiu Wobbegong mencapai angka 20 – 30 tahun, yang menjadikan Hiu Wobbegong tergolong hiu yang berumur panjang. Walaupun populasi Hiu Wobbegong menurun akan tetapi, Hiu Wobbegong tidak termasuk kedalam status hewan yang terancam punah, mengingat Hiu tersebut jarang diburu oleh manusia.

Menurunnya populasi Hiu Wobbegong disebabkan oleh Habitatnya yang hilang dan rusak serta, tingkat reproduksi yang rendah. Untuk meningkatkan populasi dari hiu ini, telah banyak tempat konservasi yang menggembangbiakkan Hiu Wobbegong hingga dewasa, kemudian akan dilepaskan kembali ke lautan.

(sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin
Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026
Polemik Transparansi Hingga Asumsi Publik, Ketua Pelita kaltim Dorong Transparansi, Dirham : 1,38 T Harus jelas
Ditjen Imigrasi Dorong Inovasi, Fokus Optimalisasi Layanan dan Penegakan Hukum
HUT Ke – 53 PDI Perjuangan, DPC Samarinda Pilih Panti Lansia Untuk Menyapa Akar Kerakyatan
‎Pelatihan Wasit Atletik Disabilitas, Hetifah Harapkan Kualitas Wasit NPCI Kaltim Terus Meningkat
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Jumat, 24 April 2026 - 18:00 WITA

Tak Ada Ruang Salah, Borneo FC Fokus Amankan Tiga Poin

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:50 WITA

Istikmal 30 Hari, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh Pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:21 WITA

Harga Pertamax Naik Lagi, BBM Nonsubsidi Disesuaikan Mulai Maret 2026

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:41 WITA

Polemik Transparansi Hingga Asumsi Publik, Ketua Pelita kaltim Dorong Transparansi, Dirham : 1,38 T Harus jelas

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA