Pendidikan adalah Pondasi utama bagi kemajuan suatu daerah. Dalam pandangannya, pendidikan akan dapat dilaksanakn dengan maksimal, jika ditunjang melalui pemerataan fasilitas pendidikan dan ketersediaan sumber daya guru yang kompeten.
Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Abdul Waris. Dirinya mengatakan, jika pendidikan merupakan hal dasar dalam membangun negara. Regenerasi yang akan secara berkelanjutan membangun bangsa dan negara.
Namun, dirinya juga menyayangkan masih terdapat beberapa fasilitas pendidikan yang belum merata di Kabupaten berjuluk ‘Bumi Batiwakkal’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Sayangnya, kita masih melihat adanya ketimpangan antara daerah perkotaan dan pedesaan di Berau. Ada sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih kekurangan fasilitas memadai. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” ungkap politisi Demokrat tersebut.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam pemerataan pendidikan di Berau, menurut Abdul Waris, adalah keterbatasan infrastruktur pendidikan di wilayah-wilayah terpencil.

Ia menyebutkan, masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas dasar yang layak, seperti ruang kelas yang memadai, laboratorium, perpustakaan, serta akses terhadap teknologi informasi yang semakin krusial dalam proses belajar mengajar di era digital ini.
“Kita harus mempercepat pembangunan sarana dan prasarana sekolah, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Jika tidak segera ditangani, maka anak-anak di wilayah tersebut akan semakin tertinggal,” tegas Abdul Waris.
Selain infrastruktur, Abdul Waris juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai bagian integral dari pemerataan pendidikan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kompetensi dan profesionalisme para guru yang menjadi penggerak utama dalam proses pendidikan.
“Kita tidak hanya berbicara tentang kuantitas guru, tetapi juga kualitasnya. Pemerintah harus lebih serius dalam meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan, terutama bagi guru-guru yang ditempatkan di daerah terpencil. Mereka harus dibekali dengan kemampuan yang cukup untuk mengajar di era modern ini,” kata Abdul Waris.
Selain itu, Abdul Waris juga menyoroti akses pendidikan yang belum merata di seluruh wilayah Berau. Masih ada daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau, sehingga anak-anak di wilayah tersebut tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dengan mereka yang tinggal di perkotaan.
“Kita harus memikirkan cara agar akses pendidikan bisa merata, bahkan hingga ke pelosok-pelosok desa. Ini bisa dilakukan dengan penyediaan transportasi yang layak bagi siswa, atau pembangunan sekolah-sekolah di lokasi yang strategis. Pemerintah harus memikirkan berbagai solusi inovatif untuk mengatasi hambatan ini,” tambahnya.
Dengan pemerataan pendidikan yang meliputi sarana dan prasarana yang memadai, peningkatan kualitas guru, serta akses yang merata, Abdul Waris optimistis bahwa Kabupaten Berau dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Sean/ADV/DPRD Berau)









