LINTASJEJARING.COM, Berau – Anggota DPRD Berau Sutami sebut masih ada pekerjaan rumah (Pr) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mensejahterakan warganya.
Salah satu Pr besar bagi pemerintah saat ini menurutnya, ialah minimnya suplai bahan bakar minyak (bbm) ke daerah pesisir Berau. Disamping itu, mata pencaharian masyarakat pesisir Berau kata Sutami, merupakan berprofesi sebagai nelayan.
Sehingga, ketersediaan suplai BBM yang memadai menurutnya adalah hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Masih menjadi kendala dan keluhan masyarakat, ketersediaan supplai BBM terutama di pesisir itu sangat kecil. Kadang harus antri panjang, kadang juga harus beli dari pengetap, biar kapal bisa jalan, meskipun harga tinggi,” ungkap Sutami, Kamis (10/10/24)

Bagi politisi Gerindra tersebut, hal ini tidak bisa dianggap remeh, persoalan BBM merupakan kebutuhan utama penunjang kegiatan dan pekerjaan masyarakat. Bahkan, kelangkaan BBM dapat menimbulkan kenaikan harga pangan.
Artinya, ketersediaan BBM yang tidak mencukupi akan menimbulkan efek domino terhadap kehipupan masyarakat secara umum.
“Tidak bisa di tawar, BBM ini kebutuhan utama masyarakat. Bahkan kita juga butuh BBM,” tegasnya.
Sorotan yang ia berikan, tentunya juga bersama dengan solusi. Sutami berharap, agar Pemkab Berau dapat menambah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sejumlah wilayah, terutama pesisir. Jika diperlukan, disarankan agar Pemkab Berau dapat melakukan pendataan jumlah nelayan dan jumlah kapal. Hal ini bertujuan untuk menyebaran BBM yang tepat sasaran.
“Setidaknya itu bisa menjadi acuan, melihat kebutuhan BBM bagi nelayan adalah hal yang sangat penting,” tandasnya.
(Sean/ADV/DPRD Berau)









