Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah

- Redaksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak (tengah).

Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak (tengah).

Lintasjejaring.com, Samarinda – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur memperkuat penanganan HIV/AIDS dengan mendekatkan pendampingan teknis ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes). Langkah ini diarahkan agar pelaksanaan program di daerah tidak hanya berjalan, tetapi juga semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jumat (02/10/2026).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Technical Assistant District Mentoring Program HIV Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026, yang melibatkan Yayasan Kasih Suwitno (YKS).

Program district mentoring berlangsung sepanjang 2025–2026 dan menyasar empat wilayah di Kaltim, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur. Pada setiap wilayah, enam faskes mendapat pendampingan dari tim mentor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kaltim sendiri menjadi satu dari delapan provinsi yang mendapat dukungan program tersebut. YKS menjalankan peran sebagai Sub-Recipient Kementerian Kesehatan dalam memberikan asistensi teknis kepada faskes sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi Muhammad Ishak, mengatakan pendampingan teknis dibutuhkan agar pelayanan HIV/AIDS tetap berjalan dengan baik di daerah.

Baca Juga:  Kasus Panti Sosial Di Samarinda Menguak Masalah Sistemik, DPRD Minta Penanganan Nasional

Menurut dia, kerja sama antara pemerintah, tenaga pendamping, dan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

“Sinergi pendampingan teknis ini sangat penting untuk memastikan pelayanan penanggulangan HIV/AIDS dapat terus berjalan secara optimal,” kata Andi Muhammad Ishak.

Ia menjelaskan, mentor tidak hanya hadir dalam kegiatan formal, tetapi memberikan dukungan teknis kepada faskes yang menjadi sasaran program.

Dengan pola tersebut, berbagai kebutuhan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperkuat layanan HIV/AIDS.

“Empat wilayah sasaran utama program pendampingan mencakup Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Kabupaten Kutai Timur,” ujar Andi.

24 Faskes Masuk Program Pendampingan

Jika dihitung dari enam faskes di setiap wilayah, program ini mencakup 24 fasilitas pelayanan kesehatan di empat daerah.

Baca Juga:  Andi Harun Garap Percepatan Lelang Pembangunan Booster Air Bersih Di Kelurahan Mugirejo

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas faskes dalam menjalankan program HIV/AIDS. Dinkes Kaltim juga menggunakan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana pendampingan berjalan serta apa saja yang masih perlu diperbaiki.

Pertemuan monitoring dan evaluasi yang digelar Jumat itu sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mendapat dukungan anggaran YKS di regional Kaltim pada 2026.

Andi menyampaikan penghargaan kepada YKS, para mentor, dan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Kasih Suwitno, para mentor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat pelaksanaan program HIV/AIDS di Kalimantan Timur,” tuturnya.

Evaluasi Tak Boleh Berhenti di Laporan

Bagi Dinkes Kaltim, berakhirnya rangkaian mentoring bukan berarti penguatan layanan ikut berhenti. Hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi bahan untuk melihat kebutuhan program ke depan.

Baca Juga:  Sinergi Dispora Kaltim dan KORMI Dalam Memperkenalkan Olahraga Tradisional Kapada Masyarakat Kaltim

Andi berharap pengalaman selama pendampingan bisa digunakan oleh pemerintah daerah dan faskes untuk menjaga keberlanjutan layanan HIV/AIDS.

“Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan pembelajaran berharga bagi penguatan keberlanjutan program HIV/AIDS di tingkat daerah,” katanya.

Dinkes Kaltim selanjutnya akan memanfaatkan hasil evaluasi tersebut untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Andi juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar penanganan HIV/AIDS tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Sinergi lintas sektor sangat krusial untuk memastikan percepatan penanggulangan HIV/AIDS dapat tercapai secara efektif,” kata Andi.

Dengan pola pendampingan ini, Dinkes Kaltim mendorong agar kemampuan faskes semakin kuat dan layanan HIV/AIDS dapat terus berjalan secara berkelanjutan di tingkat daerah.

Penulis : Sull

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Samarinda Ultimatum Pengusaha Tahu di Lempake, Sepekan Wajib Benahi Limbah
Niat Baik Berujung Kehilangan Jutaan Rupiah, Pencurinya Teman Sendiri
Erau 2026 Padukan Tradisi dan Spiritualitas, FKUB Samarinda Apresiasi Inovasi Kesultanan Kutai
14 Jabatan Eselon II Masih Kosong, Rudy Mas’ud: Penyegaran Pejabat Kaltim Belum Berhenti
Hujan Deras Guyur Samarinda Setelah Dua Bulan Kemarau, Warga Sambut dengan Syukur
RAPBD-P Samarinda 2026 Turun, DPRD Akan Bahas Bersama Pemkot Samarinda
Pertahankan ODF 100 Persen, Pemkot Samarinda Komitmen Tingkatkan Kualitas Sanitasi
FUAD Fair 2026 Bidik Jejaring Internasional, Wawali Samarinda Buka Ruang Kolaborasi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:46 WITA

Dinkes Kaltim Perkuat Penanganan HIV/AIDS, Pendampingan Sasar 24 Faskes di Empat Daerah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:04 WITA

Niat Baik Berujung Kehilangan Jutaan Rupiah, Pencurinya Teman Sendiri

Senin, 28 September 2026 - 19:32 WITA

Erau 2026 Padukan Tradisi dan Spiritualitas, FKUB Samarinda Apresiasi Inovasi Kesultanan Kutai

Senin, 28 September 2026 - 19:06 WITA

14 Jabatan Eselon II Masih Kosong, Rudy Mas’ud: Penyegaran Pejabat Kaltim Belum Berhenti

Senin, 28 September 2026 - 17:59 WITA

Hujan Deras Guyur Samarinda Setelah Dua Bulan Kemarau, Warga Sambut dengan Syukur

Berita Terbaru