Lintasjejaring.com, Kukar – Upaya menyelamatkan jejak sejarah dan identitas budaya Kutai Kartanegara terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Hamdiah Z, yang menegas kan komitmennya untuk memperjuangkan dukungan anggaran bagi program pelestarian naskah kuno di daerah tersebut. Kamis (25/06/2026).
Komitmen itu disampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema “Naskah Kuno Sebagai Warisan Budaya dan Sumber Pengetahuan” yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diarpus) Kukar di Aula Perpustakaan Kukar, Taman Pintar Tenggarong, Rabu (24/6/2026) kemarin.
Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus pengingat bahwa naskah kuno bukan sekadar dokumen tua yang tersimpan di rak-rak arsip. Di dalamnya tersimpan rekam jejak sejarah, pengetahuan, budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat masa lalu yang menjadi fondasi peradaban saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Diarpus Kukar menghadirkan berbagai koleksi bersejarah, mulai dari arsip foto, surat kabar lawas, buku-buku lama, hingga naskah kuno yang menjadi saksi perjalanan panjang daerah.
Bagi Hamdiah, pelestarian naskah kuno tidak boleh berhenti pada diskusi dan seremoni semata. Ia menilai sudah saatnya seluruh pihak bergerak bersama mewujudkan langkah konkret agar warisan berharga tersebut tetap terjaga.
“Untuk pelestarian naskah kuno ini harus kita majukan dan benar-benar kita wujudkan. Jangan hanya menjadi angan-angan atau sekadar wacana saja,” tegas Hamdiah.
Menurutnya, naskah kuno memiliki nilai strategis karena menjadi sumber pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Kehilangannya berarti hilangnya sebagian memori kolektif masyarakat Kukar.
Hamdiah juga menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Meski jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak terlalu banyak, ia berharap semangat dan keseriusan dalam menjalankan program pelestarian tetap terjaga.
Ia mengungkapkan rencana pembentukan tim atau kepanitiaan khusus yang akan fokus menginventarisasi, merawat, dan mengawal proses pelestarian naskah kuno secara berkelanjutan.
“Hal ini harus dibuktikan. Walaupun yang hadir pada hari ini tidak banyak, mudah-mudahan semuanya memiliki komitmen. Nantinya juga akan dibentuk suatu kepanitiaan yang khusus mengurusi naskah kuno ini sampai tuntas,” ujarnya.
Keberadaan tim khusus tersebut diharapkan mampu mempercepat langkah penyelamatan dokumen-dokumen bersejarah yang selama ini tersebar di berbagai lokasi, baik milik pemerintah maupun masyarakat.
Sebagai legislator yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, Hamdiah memastikan dirinya akan memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan yang diperlukan Diarpus Kukar untuk menjalankan program pelestarian tersebut.
Menurutnya, upaya menjaga naskah kuno tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dibutuhkan dukungan sumber daya, fasilitas, tenaga ahli, hingga pendanaan yang memadai agar proses konservasi dapat berjalan optimal.
“Saya, Hamdiah selaku anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, sangat mendukung apa pun yang dibutuhkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Lebih jauh, Hamdiah menyatakan akan menjalin komunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Kukar untuk memastikan program pelestarian naskah kuno mendapat perhatian dalam perencanaan anggaran daerah.
Ia optimistis dukungan pemerintah daerah dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga aset sejarah yang bernilai tinggi tersebut.
“Nanti kita akan berkomunikasi langsung dengan Bapak Bupati dan insyaallah dapat dianggarkan,” pungkasnya.
Di balik lembaran-lembaran naskah kuno yang mulai dimakan usia, tersimpan kisah perjalanan, pemikiran, dan identitas masyarakat Kutai Kartanegara. Karena itu, pelestariannya bukan hanya tugas pemerintah atau pegiat budaya semata, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan warisan sejarah tersebut tetap hidup dan dapat dipelajari oleh generasi yang akan datang.
Penulis : Sull
Editor : Redaksi









