LintasJejaring.com, KUKAR – Suasana Ramadan di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Duri, terasa lebih hangat dari biasanya. Menjelang waktu berbuka, kediaman Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Hamdiah, dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun khidmat, menyatu dengan kebersamaan warga.
Kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan khataman Al-Qur’an ini, menjelma bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang pertemuan yang mempererat hubungan antara wakil rakyat, masyarakat, hingga lembaga sosial. Dalam momen tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kukar tampil sebagai mitra strategis, dalam menghadirkan nilai kepedulian yang lebih luas.
Rangkaian acara dimulai dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti doa khatmil Qur’an, dilanjutkan tausiah singkat, zikir bersama, hingga doa menjelang berbuka. Nuansa religius semakin terasa saat seluruh peserta larut dalam kekhusyukan, sebelum akhirnya berbuka puasa bersama dan melaksanakan salat magrib berjamaah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hamdiah dalam kesempatan itu menekankan bahwa Ramadan, adalah waktu terbaik untuk kembali menata hati sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana kita belajar melembutkan hati, memperkuat kesabaran, dan berbagi kepada sesama, terutama anak-anak Kukar yang sedang menuntut ilmu agama di luar daerah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan semata sebagai representasi politik, melainkan bagian dari kebersamaan yang harus terus dirawat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Momentum seperti ini penting untuk mempererat silaturahmi,” bebernya.
Peran Baznas Kukar dalam kegiatan ini menjadi sorotan tersendiri. Kehadiran lembaga tersebut tidak hanya mendukung secara simbolis, tetapi juga memperkuat distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Perwakilan Baznas Kukar menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk legislatif, merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan manfaat zakat di tengah masyarakat.
“Kami melihat kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menggabungkan nilai ibadah dan kepedulian sosial. Sinergi ini penting agar bantuan yang disalurkan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Baznas Kukar terus mendorong kolaborasi serupa agar gerakan berbagi tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan dampak nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Kehadiran Baznas bersama Hamdiah dinilai menjadi kombinasi kuat antara representasi kebijakan dan aksi sosial langsung di lapangan.
Di sisi lain, warga yang hadir merasakan suasana yang berbeda. Kebersamaan yang terjalin menghadirkan rasa kedekatan yang tidak selalu didapatkan dalam kegiatan formal.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bingkisan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian, sekaligus simbol hadirnya negara melalui wakil rakyat dan lembaga sosial di tengah kehidupan warga.
Menjelang akhir kegiatan, Hamdiah menyampaikan pesan hangat menjelang Idulfitri.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” pungkasnya.
(Kinka)









