Anak Muda Kalimantan Timur Dan Tantangan Literasi Digital

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dwi Yulia Ayu Aristamika, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam, FUAD, UINSI Kota Samarinda.

Foto : Dwi Yulia Ayu Aristamika, Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam, FUAD, UINSI Kota Samarinda.

Oleh : Dwi Yulia Ayu Aristamika

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan anak muda Kalimantan Timur. Media sosial menjadi ruang utama untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, sekaligus membentuk opini. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan serius berupa rendahnya literasi digital.

Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan informasi tanpa verifikasi menunjukkan bahwa kemampuan anak muda dalam menyaring pesan masih perlu diperkuat. Banyak informasi diterima dan dibagikan secara cepat tanpa proses pemaknaan yang kritis. Dalam perspektif komunikasi, hal ini menunjukkan lemahnya proses decoding pesan, di mana penerima pesan tidak sepenuhnya memahami konteks, tujuan, dan dampak dari informasi yang diterima.

Baca Juga:  Fenomena Komunikasi Pembangunan Di Kalimantan Timur : Antara Harapan, Narasi, Dan Realitas Sosial

Media digital sejatinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kesadaran sosial. Sayangnya, algoritma media sosial sering kali mendorong konsumsi konten sensasional dibandingkan konten edukatif. Akibatnya, anak muda lebih aktif sebagai konsumen informasi daripada komunikator yang bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan literasi digital ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada individu. Peran keluarga, institusi pendidikan, media, dan pemerintah daerah sangat penting dalam membangun ekosistem komunikasi yang sehat. Edukasi literasi digital perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan teknis menggunakan media, tetapi juga pada etika komunikasi, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab sosial dalam menyampaikan pesan.

Baca Juga:  Optimalisasi PKL Sebagai Media Pembentukan Sarjana Yang Tangguh Dan Profesional Di Panti Sosial Rehabilitasi Tuna Sosial

Anak muda Kalimantan Timur memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Dengan literasi digital yang baik, media sosial dapat menjadi ruang produktif untuk menyuarakan kepedulian lingkungan, budaya lokal, dan isu-isu daerah. Namun tanpa kesadaran komunikasi yang matang, media digital justru berpotensi memperlebar konflik dan kesalah pahaman.

Baca Juga:  IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Pada akhirnya, tantangan literasi digital adalah tantangan komunikasi. Masa depan ruang digital Kalimantan Timur sangat bergantung pada sejauh mana anak mudanya mampu berkomunikasi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang semakin deras.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?
Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?
81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:45 WITA

September Membuat Sejarah Kelam Baru? Masih Layakkah Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia?

Selasa, 15 September 2026 - 16:32 WITA

Maulid Nabi: Adilkah Jika Hanya Mencintai Secara Spiritual?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Berita Terbaru