Pantau Harga Harian, Disdag Samarinda Jaga Stabilitas Bapokting Jelang Nataru

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Nurrahmani, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda.

Foto : Nurrahmani, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) masih dalam kondisi aman, meskipun terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah dan cabai menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Nurrahmani, selaku Kepala Disdag Kota Samarinda, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan harga secara rutin, melalui surveyor yang telah ditempatkan di seluruh pasar tradisional di Kota Samarinda.

“Kami setiap hari melakukan survei harga di semua pasar. Selain itu, kami juga berkoordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk bisa memantau setiap pergerakan harga dan ketersediaan stok,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui, bahwa harga bawang merah dan cabai sempat mengalami lonjakan hingga mendekati Rp100.000 per Kilogram. Akan tetapi, Disdag telah melakukan langkah intervensi ringan, dengan menghadirkan penjualan komoditas pangan berharga terjangkau saat Car Free Day (CFD).

“Kemarin Kami hadir di CFD menjual bawang dan cabai dengan harga terbaik. Ini bukan operasi pasar dan bukan subsidi, tapi kami menjual sesuai dengan harga beli dari pedagang, tanpa mengambil keuntungan,” jelasnya.

Menurutnya, Operasi pasar baru akan dilakukan apabila lonjakan harga dinilai tidak wajar dan stok di pasaran mulai terbatas. Namun, hingga saat ini kondisi masih dianggap dalam batas kewajaran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan distributor, dan sejauh ini stok masih aman. Insyaallah masih dalam tahapan normal meskipun permintaan meningkat jelang Nataru,” bebernya.

Ia juga menjelaskan, terkait dengan kenaikan harga bukan semata – mata disebabkan oleh kelangkaan barang, melainkan akibat meningkatnya permintaan dan gangguan distribusi dari daerah penghasil akibat faktor dari cuaca ekstrem yang kerap terjadi.

“Beberapa daerah penghasil juga mengalami kendala produksi. Ada wilayah yang sebelumnya menyuplai keluar daerah, namun kini harus memenuhi kebutuhan internalnya sendiri, sehingga suplai ke daerah lain ikut terdampak,” terangnya.

Sementara itu, untuk komoditas strategis lainnya seperti beras, Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM), ia memastikan ketersediaan stok masih mencukupi.

“Beras aman, LPG juga aman, untuk LPG 3 Kilogram, yang terpenting jatah masyarakat miskin tidak boleh berkurang, dan harganya harus sesuai dengan ketetapan pemerintah,” tegasnya.

Terkait dengan adanya potensi penimbunan, ia menilai praktik tersebut sulit dilakukan pada komoditas tertentu seperti cabai dan LPG. Ia juga menerangkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama dengan Pertamina, dan pihak terkait telah membentuk tim pengawasan. Dan hingga saat ini, belum ada laporan maupun aduan dari masyarakat terkait dengan kelangkaan dan penimbunan LPG.

“Cabai tidak bisa ditimbun lama karena akan cepat rusak. LPG 3 Kg juga tidak bisa disimpan lama karena gas nya akan menguap. Jadi kalau ada isu penimbunan, itu perlu dilihat secara logis, kalaupun ada aduan pasti akan langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Oktavia Soroti Kurangnya Perhatian Terhadap Atlet Berprestasi di Berau
Baca Juga:  SPMB 2025 Dikeluhkan, DPRD Samarinda Desak Reformasi Sistem dan Tegaskan Peran Pengawasan

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA