Lintasjejaring.com, Samarinda – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) masih dalam kondisi aman, meskipun terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas seperti bawang merah dan cabai menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Nurrahmani, selaku Kepala Disdag Kota Samarinda, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan harga secara rutin, melalui surveyor yang telah ditempatkan di seluruh pasar tradisional di Kota Samarinda.
“Kami setiap hari melakukan survei harga di semua pasar. Selain itu, kami juga berkoordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk bisa memantau setiap pergerakan harga dan ketersediaan stok,” ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui, bahwa harga bawang merah dan cabai sempat mengalami lonjakan hingga mendekati Rp100.000 per Kilogram. Akan tetapi, Disdag telah melakukan langkah intervensi ringan, dengan menghadirkan penjualan komoditas pangan berharga terjangkau saat Car Free Day (CFD).
“Kemarin Kami hadir di CFD menjual bawang dan cabai dengan harga terbaik. Ini bukan operasi pasar dan bukan subsidi, tapi kami menjual sesuai dengan harga beli dari pedagang, tanpa mengambil keuntungan,” jelasnya.
Menurutnya, Operasi pasar baru akan dilakukan apabila lonjakan harga dinilai tidak wajar dan stok di pasaran mulai terbatas. Namun, hingga saat ini kondisi masih dianggap dalam batas kewajaran.
“Kami sudah berkoordinasi dengan distributor, dan sejauh ini stok masih aman. Insyaallah masih dalam tahapan normal meskipun permintaan meningkat jelang Nataru,” bebernya.
Ia juga menjelaskan, terkait dengan kenaikan harga bukan semata – mata disebabkan oleh kelangkaan barang, melainkan akibat meningkatnya permintaan dan gangguan distribusi dari daerah penghasil akibat faktor dari cuaca ekstrem yang kerap terjadi.
“Beberapa daerah penghasil juga mengalami kendala produksi. Ada wilayah yang sebelumnya menyuplai keluar daerah, namun kini harus memenuhi kebutuhan internalnya sendiri, sehingga suplai ke daerah lain ikut terdampak,” terangnya.
Sementara itu, untuk komoditas strategis lainnya seperti beras, Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM), ia memastikan ketersediaan stok masih mencukupi.
“Beras aman, LPG juga aman, untuk LPG 3 Kilogram, yang terpenting jatah masyarakat miskin tidak boleh berkurang, dan harganya harus sesuai dengan ketetapan pemerintah,” tegasnya.
Terkait dengan adanya potensi penimbunan, ia menilai praktik tersebut sulit dilakukan pada komoditas tertentu seperti cabai dan LPG. Ia juga menerangkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama dengan Pertamina, dan pihak terkait telah membentuk tim pengawasan. Dan hingga saat ini, belum ada laporan maupun aduan dari masyarakat terkait dengan kelangkaan dan penimbunan LPG.
“Cabai tidak bisa ditimbun lama karena akan cepat rusak. LPG 3 Kg juga tidak bisa disimpan lama karena gas nya akan menguap. Jadi kalau ada isu penimbunan, itu perlu dilihat secara logis, kalaupun ada aduan pasti akan langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
(Sean)









