Oleh : RIFA RAHMASARI
Saya adalah salah satu Mahasiswi Samarinda dari UIN Sultan aji Muhammad Idris Samarinda yang sedang menggemari dunia seni lebih tepatnya Visual dalam ilustrasi. Saya melihat adanya Potensi yang sangat luar biasa apabila saya semakin mengembangkan seni ini, namun dibalik itu tidak hanya saya tetapi masih banyak orang kreatif disekitar saya bisa berpotensi mengembangkan ilustrasi tentunya di Kota ini Samarinda dengan segala Keunikan Budayanya Justru dapat menjadi tempat berkumpulnya Inspirasi tanpa ujung, apalagi saat ini semakin banyak Ilustrator-ilustrator lokal Samarinda yang menjadi role model saya.
Saya ingin memperlihatkan beberapa ketertarikan seputar Ilustrasi lokal dan beberapa Ilustrator asal Samarinda yang Membanggakan, ada Kak Geri Rahma (Instagram: @gerirahma) Perempuan super kreatif dengan ilustrasi digital berwarna memanjakan mata. Salah satu karya kolaborasi kak Geri yang bisa kita temui di salah satu tempat di Samarinda adalah isi desain kemasan Nasi kulit Syuurga,
Karya super keren berisi ilustrasi khas Kalimantan Timur seperti Bekantan, Sape, Tari dayak dan lainlain. Selain itu ada banyak lagi karya-karya keren Kak Geri seperti Undangan digital, Ilustrasi untuk sampul buku anak, dan berbagai ilustrasi lainnya apalagi Kak Geri selalu menggabungkan Visual
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ilustrasi dengan gaya kehidupan nyata sehingga kolaborasi antara Ilustrasi dan Visual nyata dapat
menjadi ciri khas Kak Geri.
Ada juga Kak Hasbi Yahya (Instagram: @hasbiyahya), Seorang Ilustrator yang telah berevolusi sebagai Seorang Seniman Sosial asal Samarinda, Kak Hasbi sudah memiliki banyak Proyek yang bersinggungan dengan Desain Grafis juga pastinya. Ada Salah satu karyanya yang berkolaborasi dengan Photobox yang memiliki berbagai cabang, salah satunya ada di Samarinda, Photobox Once upon a Time di Koga coffe tepatnya. Latar belakang Photobox tersebut dirancang oleh Kak Hasbi dengan tangging dan coretan acak tapi tetap terlihat estetik berwarna biru mencerminkan muda dan bersinergi, bersih dan keren dengan caranya yang campuran justru menjadi poin penting dalam daya tarik seni nya. Kak Hasbi juga menggoreskan Ilustrasinya pada cover musik berjudul “Fantasi Mimpi” dari musisi lokal Samarinda Daini Fahreza dan Afifah Evi, dan banyak lagi karya keren Kak Hasbi pada laman Portofolionya @sun.gokong_.
Satu lagi Role model saya adalah Kak Hadi Wardoyo (Instagram: @hadi_wardoyo) Kak Hadi merupakan seorang Ilustrator lokal Samarinda juga dan memiliki banyak karya yang bisa dijadikan buah tangan. Kak Hadi juga banyak mengadakan workshop Ilustrasi kreatif untuk berbagai kalangan.
Dari Kak Hadi, saya jadi banyak mengetahui bahwa Ilustrasi bukan sekedar goresan biasa melainkan sebuah seni yang bisa menyeimbangkan fikiran, refleksi diri lewat seni tanpa harus menggunakan cara yang berat, salah satu karya Kak Hadi yang paling mengesankan dari pandangan saya adalah Ilustrasi dengan menggunakan water colour di kertas kecil, sebuah karya kecil namun memiliki makna tulus yang besar, membuat karya yang kecil justru lebih menunjukan kesabaran dan ketulusan didalamnya, Kak Hadi mengusahakan karya kecil dengan goresan banyak tersebut menjadi karya unik rumit yang bisa jadi apa saja dan mudah dibawa kemana-mana sehingga karyanya ini bebas berkelana penuh warna.
Dan ada banyak lagi Ilustrator lokal Samarinda yang belum bisa saya sebutkan, Harapan saya pribadi sebagai seorang yang tertarik pada seni ilustrasi sangat bersemangat untuk menjadi jembatan yang menghubungkan seni ini pada publik luas. Saya percaya bahwa apabila kita kenal siapa saja Orangorang yang membanggakan seni baik yang saya sebutkan maupun yang selalu lewat di laman media sosial saat ini dapat memperoleh banyak ilmu dan kekuatan untuk bisa berjejeran bersama mereka yang membanggakan serta hal-hal berharga yang menanti suatu saat nanti sehingga minat baru pun muncul semakin melihat kesuksesan para ilustrator lokal semakin muncul juga rasa ingin tahu dan semangat baru bagi generasi muda lainnya untuk menggemari seni ilustrasi baik sebagai hobi disaat senggang maupun profesi yang menanti.
Sudah saatnya Ilustrasi tidak hanya dipandang sebagai hiasan, mulai sekarang pandanglah Ilustrasi sebagai bentuk ekspresi budaya, alat berkomunikasi kreatif, dan sebuah karya bernilai tinggi.
Semoga ada inisiatif baik diri saya maupun teman-teman lainnya untuk mengembangkan seni Ilustrasi, Saya sendiri pun memiliki karya berharga dari seni tersebut, antara lain adalah ilustrasi dasar digital seperti Maskot, Ilustrasi Sketsa sebagai identitas sebuah opini, dan masih banyak yang mau saya kembangkan lagi, semoga dapat memotivasi seluruh generasi yang ingin bersuara lewat seni Ilustrasi.
#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM









