Membentuk Sarjana Tangguh Dan Profesional Melalui PKL : Refleksi Pengalaman Di Yayasan Salsabila

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 09:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mahasiswa PKL dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda

Foto : Mahasiswa PKL dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Kota Samarinda

Oleh: Sabina

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu tahap penting dalam proses pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa yang akan memasuki dunia profesional. Bagi mahasiswa Manajemen Dakwah, PKL tidak hanya dimaknai sebagai syarat kelulusan, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami dinamika kelembagaan, bentuk-bentuk pelayanan umat, serta tantangan administratif yang kerap muncul dalam lingkungan kerja.

Pengalaman PKL di Yayasan Salsabila memberikan ruang pembelajaran yang luas, karena yayasan ini bukan hanya menaungi sekolah dan pondok pesantren, tetapi juga mengelola unit usaha travel melalui PT Salsabila Global Wisata. Penempatan di lingkungan yang beragam tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai manajemen lembaga dakwah yang terintegrasi dengan dunia usaha.

Selama menjalani PKL, saya ditempatkan di PT Salsabila Global Wisata, yaitu unit usaha travel yang bergerak dalam penyediaan layanan umrah dan wisata religi. Penempatan ini memberikan pengalaman baru yang sebelumnya tidak banyak saya temui dalam pembelajaran di kampus. Dunia travel menuntut ketelitian, kecepatan dalam merespons kebutuhan jamaah, serta kemampuan memahami standar pelayanan ibadah yang baik. Salah satu tugas utama yang saya jalankan adalah mengurus administrasi. Kegiatan ini tampak sederhana, namun melatih kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti keteraturan data, kerapian dokumen, dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.

Selain pekerjaan administrasi, saya juga bertugas membuat konten iklan untuk promosi travel. Tugas ini membuka ruang bagi saya untuk berlatih berpikir kreatif. Setiap konten harus mampu menarik perhatian calon jamaah, namun tetap informatif dan sesuai dengan nilai-nilai pelayanan yang dijunjung yayasan. Dari proses pembuatan konten tersebut, saya belajar bahwa komunikasi dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau tatap muka, tetapi juga dapat hadir dalam bentuk visual dan informasi digital yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Tugas lain yang tidak kalah penting adalah melakukan riset paket-paket umrah. Riset ini mencakup perbandingan harga tiket, kualitas akomodasi, fasilitas perjalanan, serta kebutuhan jamaah selama di tanah suci. Proses ini melatih saya memahami bahwa pelayanan ibadah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan transparansi. Kesalahan kecil dalam informasi dapat berdampak besar pada jamaah, sehingga ketelitian menjadi hal yang sangat utama.

Selain beraktivitas di unit travel, saya juga berkesempatan membantu pendataan santri pondok pesantren yang berada di bawah Yayasan Salsabila. Kegiatan ini mempertemukan saya dengan lingkungan pendidikan berbasis nilai keagamaan. Interaksi dengan para santri dan pengurus pondok memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai dinamika pendidikan pesantren, mulai dari pencatatan data hingga proses pengelolaan kegiatan. Dari sini saya belajar pentingnya kesabaran, empati, dan komunikasi yang baik, karena setiap santri memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Baca Juga:  IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Pada masa PKL, saya juga dilibatkan sebagai panitia dalam pelaksanaan Hari Santri Nasional yang diadakan oleh pondok. Kegiatan tersebut berisi perlombaan yang melibatkan banyak santri. Tugas kepanitiaan melatih saya bekerja dalam tim, mengatur alur kegiatan, dan beradaptasi dengan situasi lapangan yang cepat berubah. Pengalaman ini menunjukkan bahwa sebuah kegiatan tidak akan berjalan dengan baik tanpa koordinasi dan kerjasama yang solid. Di sinilah saya memahami makna kerja sama dalam konteks yang lebih nyata.

Seluruh pengalaman yang saya dapatkan selama PKL di Yayasan Salsabila memberikan kontribusi besar dalam membentuk cara pandang saya sebagai calon sarjana. Ketangguhan tidak hanya dibangun dari kemampuan menyelesaikan tugas, tetapi juga dari kemampuan menghadapi berbagai kondisi yang menuntut sikap fleksibel dan tenang. Sementara profesionalisme tumbuh dari proses yang mengajarkan kedisiplinan, akurasi informasi, serta komitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga:  Tambang, Debu, Dan Suara - Suara Yang Tak Didengar 

PKL telah memberikan pemahaman bahwa dunia kerja bukan sekadar tempat untuk mengaplikasikan teori, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Melalui berbagai tantangan, saya belajar bahwa setiap tugas memiliki makna yang membentuk kedewasaan berpikir dan bertindak. Yayasan Salsabila menjadi ruang belajar yang tidak hanya mengajarkan aspek manajemen dan pelayanan, tetapi juga nilai-nilai dakwah yang lebih luas, yakni pengabdian, integritas, dan kepekaan sosial.

Dengan seluruh pengalaman tersebut, saya semakin yakin bahwa PKL adalah proses penting dalam mencetak sarjana yang tangguh dan profesional. Pengalaman lapangan bukan hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter yang mencerminkan kesiapan untuk berkarya di masyarakat. PKL di Yayasan Salsabila menjadi bagian penting dalam perjalanan saya membentuk diri sebagai sarjana Manajemen Dakwah yang siap berkontribusi di berbagai bidang pengabdian.

 

#Note: Semua Isi dan Topik Artikel/Opini yang diterbitkan, merupakan tanggung jawab penulis (pemasang). Terbitan tidak berkaitan /mewakili pandangan Redaksi LINTASJEJARING.COM

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia
Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu
Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar
UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur
IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?
Dinamika Sosialisasi Beasiswa Gratispol 2026 Tahap 1
Pelaksanaan PKL Mahasiswa prodi Manajemen Dakwah (UINSI) Di DPRD Provinsi Kalimantan Timur
Univisual Studio : Ruang Inovasi Mahasiswa Bagi Agen Perubahan
Berita ini 193 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:37 WITA

81 Tahun Indonesia Merdeka: Antara Perdamaian Aceh, Pembangunan SDM, dan Masa Depan Hutan Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:19 WITA

Menata Hati & Memperkuat Ukhuwah Islamiyah Dalam Majelis Ilmu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:49 WITA

Petani Sawit Tak Butuh AI yang Sok Pintar

Kamis, 1 Januari 2026 - 08:12 WITA

UMKM Di Tengah Gempuran Digital : Masalah Akses Dan Komunikasi Pemberdayaan Di Kalimantan Timur

Senin, 29 Desember 2025 - 08:30 WITA

IKN Dan Wajah Baru Kalimantan Timur : Siapa Yang Beradaptasi, Siapa Yang Tertinggal?

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA