Lintasjejaring.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), membuka Job Fair 2025, yang disambut dengan antusias oleh warga. Ribuan para pencari pekerjaan, memadari lokasi kegiatan yang menyediakan ratusan lowongan dari berbagai sektor usaha.
Saefuddin Zuhri, selaku Wakil Wali Kota Samarinda, tingginya minat masyarakat menunjukkan semangat besar, untuk bekerja dan berkontribusi.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Banyak yang ingin magang, banyak juga yang ingin langsung bekerja, ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berkembang itu tinggi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Job Fair kali ini bukan hanya sekedar ajang seremonial saja, akan tetapi juga dapat menjadi sebuah peluang nyata, yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pencari kerja.
“Kesempatan seperti ini, tentunya tidak datang dua kali. Harus bisa dijalani dengan sungguh – sungguh. Dan kalau ditekuni, insyaallah akan menjadi jalan kesuksesan,” ucapnya.
Besar harapannya agar para tenaga kerja baru, bisa menjaga etos kerja dan tanggung jawab, di perusahan tempat mereka diterima nantinya.
“Kalau sudah diterima, kerja yang benar. Jangan asal – asalan, dan kalau bekerja harus sungguh – sungguh, sehingga rezekinya juga akan ikut dilancarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Novan Syahronny Pasien selaku Anggota DPRD Kota Samarinda, menilai bahwa Job Fair kali ini, menjadi sebuah langkah positif agar dapat menekan angka pengangguran di daerah.
“Tahun ini, peningkatannya cukup signifikan. Ada sekitar 638 lowongan pekerjaan yang dibuka, dan berasal dari berbagai macam bidang usaha,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya memfasilitasi rekrutmen langsung, tetapi juga membuka peluang magang berbayar bagi pencari kerja yang belum memenuhi kualifikasi.
“Setelah tanggal 5 nanti, mulai tanggal 6 akan ada program magang dari Kementerian Tenaga Kerja. Peserta magang akan digaji oleh pemerintah pusat sekitar Rp3 juta per bulan selama enam bulan,” jelasnya.
Selain lowongan pekerjaan, sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK), juga ikut berpartisipasi untuk.membantu terjadinya peningkatan kompetensi, para calon tenaga kerja.
“Kalau belum lolos seleksi, bisa ikut pelatihan dahulu. Banyak LPK yang buka program pelatihan, agar mereka bisa memenuhi kualifikasi di masa depan,” lanjutnya.
Ia juga menekankan, bahwa Job Fair tidak hanya berbicara soal mencari pekerjaan, tetapi juga membuka peluang bagi para anak muda, agar dapat mengembangkan diri mereka.
“Tentunya, kamu juga mendorong agar mereka jangan terlalu idealis. Ambil dulu pengalaman kerja, walau tidak selalu sesuai dengan jurusan. Anggap saja bantu loncatan, karena baru loncatan itu juga merupakan suatu hal yang penting,” sambungnya.
Hal ini sendiri, untuk menanggapi tren anak muda yang lebih memilih pekerjaan Freelance, menurutnya pilihan itu sah – sah saja, akan tetapi tetap harus berpikir realistis.
“Kalau punya jiwa entrepreneur, yah bagus. Tetapi, kalau ingin pengalaman dan kestabilan, yah ikut dulu di dunia kerja formal. Jangan sia – siakan kesempatan magang berbayar dari pemerintah,” tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, Job Fair kali ini berlangsung hingga tanggal 5 November 2025, dengan ratusan perusahaan yang membuka stan rekrutmen. Besar harapan pemerintah agar kegiatan tersebut, bisa memperluas lapangan pekerjaan, menekan angka pengangguran, dan memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, dan tenaga kerja lokal.
(Sean)









