Lintasjejaring.com, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), memastikan peningkatan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), di seluruh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, terakomodasi dengan baik. Langkah ini diambil usai Wakli Gubernur Kaltim H. Seno Aji, melalaikan Inspeksi Dadakan (Sidak), ke beberapa rumah sakit di Samarinda.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa dalam Sidak kali ini, menunjukkan bahwa adanya ketimpangan pelayanan, antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS), dengan tiga Rumah Sakit lainnya, yakni RS Atma Husada Mahakam, RS Mata, dan juga RS Korpri.
“Selama ini para pasien menumpuk di RS AWS, padahal tiga rumah sakit lainnya itu kosong, fasilitas yang ditawarkan pun sama – sama lengkap, dan bisa digunakan untuk umum,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pihak nya akan segera membagi beban pelayanan IGD, agar tidak terpusat di satu rumah sakit saja, mulai dari kasus ringan seperti maag, flu, atau demam dapat ditangani di RS Mata atau Korpri, sementara untuk kasus berat tetap ditangani oleh RS AWS, karena memiliki dokter spesialis yang lebih banyak.
“Kalau Pasiennya cuman sakit ringan saja, tidak perlu ke AWS. Di rumah sakit lain, sudah ada IGD yang siap 24 jam, dan alatnya pun lengkap,” jelasnya.
Lanjut, ia juga menegaskan bahwa Pemprov sudah menyiapkan anggaran, sebesar Rp16,8 Miliar untuk penambahan tenaga dokter spesialis, yang berjaga 24 jam di seluruh rumah sakit Pemprov.
“Selama ini, sebagian dokter hanya on call saja. Kedepannya, akan kami siapkan dokter yang on site atau standby di tempat. Akan ada Lima spesialis utama yang disiapkan, yakni penyakit dalam, anak, besah, kebidanan, dan anestesi,” terangnya.
Selain itu, terkait dengan proses pengadaan alat kesehatan (Alkes) juga tengah bejalan, melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Proses lelangnya, masih menunggu DPA turun, setelah turun akan langsung kami jalankan,” lanjutnya.
Ia juga menghimbau, agar masyarakat tidak selalu menjadikan RS AWS, sebagai satu – satunya tujuan layanan darurat, dikarenakan masih ada empat rumah sakit milik Pemprov.
“Kita punya empat rumah sakit, dengan IGD aktif 24 jam, saya harap masyarakat tidak berpikir, bahwa kalau sakit langsung ke RS AWS, karena di rumah sakit lainnya juga bisa, dan malah bisa dilayani lebih cepat,” tutupnya.
(Sean)









