PMII UIN-Samarinda Gelar Diskusi Refleksi Kemerdekaan: Soroti Krisis Pendidikan Dan Kasus Kekerasan Seksual

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 06:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Para Anggota PMII UINSI Samarinda, Saat Melakukan Diskusi Refleksi.

Foto : Para Anggota PMII UINSI Samarinda, Saat Melakukan Diskusi Refleksi.

Lintasjejaring.com, Samarinda – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UIN-SI) Samarinda menggelar diskusi bertajuk “Refleksi Kemerdekaan: Krisis Pendidikan, Keagamaan dan Moral, Kekerasan Seksual oleh Oknum Pendidik” di Gedung Graha PMII Samarinda, Sabtu (16/08/25) sore kemarin.

Momentum HUT RI ke-80 dijadikan ruang refleksi kritis, mahasiswa Islam Samarinda serukan keadilan bagi korban kekerasan seksual.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan HUT Republik Indonesia ke-80, di mana selain perlombaan rakyat, refleksi kritis juga dihadirkan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PMII Komisariat UIN-SI Samarinda, termasuk Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta Ketua Komisariat serta Kader dan anggota PMII Komisariat UIN-SI Samarinda.

Baca Juga:  Kesejahteraan Guru Swasta Masih Rentan, DPRD Samarinda Desak Insentif dan Perlindungan Berkelanjutan
Foto : Diskusi Refleksi para anggota PMII UINSI Samarinda.

Wakil Ketua III Bidang Keagamaan PMII Komisariat UIN-SI Samarinda, Denny Riyadi Saputra, menegaskan bahwa diskusi ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi panggilan moral mahasiswa untuk menyoroti berbagai krisis, terutama kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru di sebuah pesantren di Tenggarong Seberang.

Refleksi ini menurut Denny, sebagi langkah konkrit untuk merespon isu atau kejadian-kejadian yang terjadi di Kaltim. Terkhusus tindak kejahatan seksual.

“Ini langkah konkrit kita dari Komisariat UIN-SI Samarinda, untuk menggunakan fungsi kita sebagai organisasi kemahasiswaan di UIN-SI Samarinda merespon kejadian-kejadian di Samarinda dan Kaltim,” ucap Denny.

Sebelumnya, kasus pencabulan menimpa 7 santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi urgensi publik. Tragedi ini tidak hanya mencoreng dunia pendidikan, kasus ini membuat masyarakat khawatir akan ruang aman bagi anak-anak mereka di tangan pendidik.

“Saya sangat prihatin dan marah atas dugaan kasus pencabulan seksual yang melibatkan oknum guru di pesantren Tenggarong Seberang. Kejadian ini tidak hanya merusak nama baik institusi pendidikan, tetapi juga mencoreng citra pendidik dan institusi keagamaan yang seharusnya menjadi teladan,” tegas Denny.

Ia menambahkan, PMII secara tegas mengecam tindakan keji tersebut.

“Kami mengutuk keras tindakan ini. Kekerasan seksual adalah kejahatan serius yang melanggar hak asasi manusia dan merusak masa depan korban. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi pelaku kejahatan ini, apalagi jika dilakukan oleh seseorang yang seharusnya memberikan perlindungan dan bimbingan,” ujarnya.

Melalui refleksi kemerdekaan ini, PMII UIN-SI Samarinda berharap masyarakat semakin mawas diri terhadap tindak kejahatan yang mengeker dunia pendidikan dan keagamaan di Indonesia. Denny menekankan pentingnya membangun ruang pendidikan yang aman, bermoral, dan bebas dari kekerasan seksual.

Baca Juga:  Tarif PDAM Melambung Tinggi Hingga Dugaan Pemalsuan Tandatangan Bupati Berau, DPRD Berau Ambil Sikap
Baca Juga:  Ormas Tak Sama dengan Preman, Adnan Faridhan Minta Masyarakat Tak Terkecoh

 

(Sul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Perkuat Layanan Publik yang Responsif
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan
Samarinda Menuju Zero Tambang 2026, Pariwisata dan Industri Disiapkan Jadi Penopang Ekonomi
Aspirasi Reses DPRD Samarinda Tak Otomatis Terwujud, Warga Diminta Ikuti Jalur Musrenbang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Beranda Imigrasi Hadir di MPP Kukar, Perkuat Layanan Publik yang Responsif

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WITA

Drainase Samarinda Harus Terhubung hingga Sungai, DPRD Soroti Ancaman Genangan Saat Musim Hujan

Berita Terbaru