DPRD Samarinda Minta Masyarakat Jaga Stabilitas Sosial : Kritik Boleh, Tapi Jangan Jadi Celah Kegaduhan

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 12:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim

Foto : Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim

Lintasjejaring.com, Samarinda – Viral pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece dalam sebuah aksi masyarakat memantik perdebatan luas di ruang publik. Tak sedikit warganet yang menuding aksi tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap negara, bahkan menyamakannya dengan bentuk makar tersembunyi.

Menanggapi polemik tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan tidak terjebak pada penilaian yang prematur.

Ia menegaskan bahwa ekspresi masyarakat melalui simbol budaya populer semestinya tidak langsung dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada yang menganggap bendera One Piece itu simbol makar, tapi ada juga yang melihatnya sebagai bentuk kritik sosial. Kita harus jernih dalam melihat konteks,” ujar Rohim, Jumat (8/8/25).

Menurutnya, kritik sosial merupakan bagian sah dari demokrasi, dan negara harus mampu membedakan antara ekspresi kekecewaan warga dengan upaya sistematis yang mengarah pada gangguan keamanan nasional.

“Selama tidak ada bukti adanya gerakan terorganisir atau pendanaan mencurigakan, saya kira kita tidak perlu reaktif berlebihan,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa tindakan makar bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan secara spontan atau simbolik saja. Makar, kata dia, biasanya memiliki struktur yang jelas, tujuan politik yang terorganisir, dan didukung oleh jaringan yang kuat.

“Kalau hanya karena simbol kartun lalu dituduh makar, itu terlalu jauh. Yang terpenting sekarang adalah menjaga suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Rohim menilai, kegaduhan berlebih justru bisa membuka celah bagi pihak-pihak tertentu yang ingin memancing instabilitas nasional.

Baca Juga:  Sri Wartini Usulkan Berbagai Kegiatan Positif Untuk Majukan Karang Taruna
Baca Juga:  Tidak Hanya Berhenti di Level PON, Atlet Daerah di Harapkan Melangkah Hingga ke Level Internasional

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, untuk tetap tenang dan obyektif dalam menyikapi dinamika sosial.

“Pemerintah tidak perlu panik, tapi harus tetap waspada. Kritik boleh, tapi jangan dijadikan alasan untuk membuat gaduh,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyuarakan aspirasi. Kebebasan berekspresi memang dijamin undang-undang, namun tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak ditunggangi oleh kelompok dengan agenda tersembunyi.

“Kalau sampai disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, justru akan merugikan masyarakat sendiri,” lanjutnya.

Abdul Rohim menegaskan bahwa ruang kritik harus tetap dibuka oleh negara, tapi dengan catatan bahwa semua pihak juga turut menjaga batas.

Baca Juga:  Dishub PPU Matangkan Zonasi Pelabuhan, Buluminung untuk Kapal Sedang

Negara yang demokratis, menurutnya, bukan yang menolak kritik, melainkan yang mampu mengelola kritik secara sehat tanpa kehilangan kendali terhadap stabilitas.

“Kita semua bertanggung jawab menjaga stabilitas sosial. Kritik itu penting, tapi jangan sampai jadi celah yang dimanfaatkan untuk memecah bangsa,” pungkasnya.

 

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru