Sri Puji : Cegah Pernikahan Anak Harus Dimulai Dari Lingkungan Terdekat, Bukan Tunggu Kasus Muncul

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 11:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Lintasjejaring.com, Samarinda – Angka pernikahan usia dini yang terus muncul di Kota Samarinda mencerminkan adanya celah besar dalam sistem perlindungan anak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengingatkan bahwa upaya pencegahan seharusnya tidak menunggu hingga anak-anak menjadi korban, melainkan dimulai dari penguatan kesadaran keluarga dan lingkungan sekitar.

Data dari Kementerian Agama menunjukkan 36 permohonan dispensasi nikah telah tercatat hanya dalam lima bulan pertama tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara pada 2023 dan 2024, tercatat masing-masing 116 dan 105 kasus. Angka itu, menurut Puji, bukan sekadar statistik, tapi peringatan akan lemahnya pengawasan sosial.

“Kalau kita masih menunggu kasus baru untuk bertindak, maka anak-anak akan terus jadi korban. Ini soal membangun budaya perlindungan sejak dini,” ujarnya,

Ia menyoroti bahwa banyak pernikahan terjadi karena minimnya pemahaman orang tua tentang pentingnya masa remaja sebagai masa tumbuh kembang. Ketika anak dianggap sudah matang secara fisik, maka pernikahan pun dianggap solusi atas masalah ekonomi, aib sosial, bahkan alasan ‘melindungi’.

Baca Juga:  Reses DPRD Kaltim Bersama Harum Center, Golkar Tegaskan Komitmen Serap Aspirasi Warga
Baca Juga:  Pemkab Malinau Gencar Lakukan Penurunan Stunting, Sesuai Target Nasional.

Padahal, menurutnya, pernikahan dini justru sering berujung pada putus sekolah, kehamilan berisiko, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Belum lagi beban ekonomi yang tidak siap ditanggung oleh pasangan muda.

“Yang kita lihat di lapangan, banyak dari mereka yang akhirnya kembali ke orang tua, karena tidak mampu menjalani kehidupan rumah tangga,” ungkap Puji.

Ia menekankan bahwa semua pihak harus terlibat dalam membangun sistem perlindungan yang aktif. Bukan hanya dari lembaga pemerintah, tapi juga sekolah, tokoh agama, pengurus RT, hingga orang tua di rumah.

“Solusinya bukan hanya hukum, tapi perubahan cara berpikir. Kita butuh konseling yang berkelanjutan, pendidikan kesehatan reproduksi, dan ruang aman bagi anak,” jelas Puji.

Sri Puji juga menyinggung bahwa Samarinda belum sepenuhnya memanfaatkan status sebagai kota layak anak. Menurutnya, label tersebut seharusnya disertai kerja nyata dalam bentuk kebijakan, program, dan dukungan anggaran yang pro-anak.

“Kalau kita serius menyebut ini kota layak anak, maka buktikan dengan perlindungan konkret. Bukan slogan semata,” tutupnya.

 

Baca Juga:  Andi Harun Garap Percepatan Lelang Pembangunan Booster Air Bersih Di Kelurahan Mugirejo

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA