Kasus Panti Sosial Di Samarinda Menguak Masalah Sistemik, DPRD Minta Penanganan Nasional

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 11:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

Lintasjejaring.com, Samarinda – Dugaan pelanggaran di salah satu panti sosial di Samarinda membuka mata publik terhadap persoalan mendalam dalam layanan perlindungan sosial di tingkat daerah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai kasus ini tak bisa disikapi sekadar sebagai insiden lokal, melainkan harus menjadi alarm bagi reformasi layanan sosial yang lebih luas.

“Ini bukan soal satu tempat saja. Tapi bagaimana sistem kita menampung dan merawat anak-anak berkebutuhan khusus dan terlantar secara manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Sri Puji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan perlunya membuka kasus ini secara transparan dan menjadikannya pijakan untuk mendorong kebijakan baru, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat.

“Kalau dibuka dengan serius dan jujur, akan terlihat bahwa kita kekurangan fasilitas, aturan kita kaku, dan belum ada dukungan nyata untuk penanganan jangka panjang,” ungkapnya.

Kasus ini, lanjutnya, bisa menjadi momentum untuk mendorong lahirnya panti sosial khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Samarinda, serta memperluas program rumah perlindungan sosial yang lebih fleksibel.

Baca Juga:  Mahasiswa Dinilai Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pendidikan, Anhar Beri Apresiasi
Baca Juga:  DPRD Samarinda Ungkap Pola Pengawasan Aparatur kepada DPRD Kolaka

Namun, Sri Puji juga menyoroti adanya keterbatasan regulasi dan anggaran yang selama ini menjadi batu sandungan. Salah satunya, pembatasan waktu tinggal anak di rumah singgah yang maksimal hanya 15 hari.

“Padahal dalam banyak kasus, anak-anak ini butuh pendampingan jauh lebih lama. Ini butuh kebijakan baru, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan panti sosial masih menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara kebutuhan mendesak seringkali ada di kota/kabupaten.

Baca Juga:  Kepala Dinskes Dorong Dokter Gigi di Puskesmas Perluas Edukasi Kesehatan ke Masyarakat

Oleh sebab itu, DPRD Samarinda mendorong agar Kementerian Sosial membuka ruang kebijakan yang lebih adaptif agar penanganan sosial tidak terhambat oleh batasan-batasan administratif.

“Kalau kita menunggu revisi regulasi nasional, bisa sangat lambat. Harus ada kelonggaran dalam situasi tertentu. Anak-anak ini tidak bisa menunggu,” pungkasnya.

 

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Berita Terbaru