KDRT Meningkat, Sri Puji Astuti Desak Penguatan Nilai Keluarga Lewat Regulasi Baru

- Redaksi

Selasa, 29 Juli 2025 - 11:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Lintasjejaring.com, Samarinda — Meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Samarinda kembali memantik keprihatinan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, yang menegaskan bahwa solusi terhadap persoalan ini tidak cukup dengan pendekatan hukum.

Ia mendorong agar penguatan nilai dan ketahanan keluarga menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Persoalan ini lebih dalam dari sekadar pidana. Kita sedang menghadapi melemahnya struktur dasar keluarga emosional, moral, dan spiritual,” ujar Puji, Selasa (29/7/25).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai respons konkret, DPRD saat ini tengah menyusun Raperda Ketahanan Keluarga. Regulasi ini diharapkan menjadi fondasi baru untuk menanamkan kembali nilai budaya, spiritual, dan peran keluarga sebagai benteng utama dalam menangkal krisis sosial.

Baca Juga:  Wagub Seno Aji Pimpin Apel Akbar, Tekankan Jamda Bukan Sekadar Berkemah

Menurut Puji, salah satu tantangan terbesar dalam keluarga masa kini datang dari derasnya arus informasi dan tekanan ekonomi.

Tanpa pemahaman nilai yang kuat, ia khawatir banyak keluarga kehilangan kendali atas arah tumbuh kembang anak.

“Kalau tidak dibentengi nilai sejak dari rumah, anak-anak akan rentan terpapar penyimpangan dan kekerasan jadi makin mudah terjadi,” tuturnya.

Ia juga menyoroti masih minimnya anggaran untuk lembaga teknis seperti DP2PA dan DP2KB, yang seharusnya menjadi garda depan dalam edukasi dan pendampingan keluarga.

“Tanpa dukungan dana yang cukup, program hanya jadi wacana. Ini harus dibenahi jika kita serius ingin mencegah kekerasan sejak dari akarnya,” tegas Puji.

Selama ini, menurutnya, perhatian pemerintah lebih banyak terserap pada sektor pendidikan dan kesehatan formal, sementara keluarga sebagai pondasi awal kehidupan sosial justru luput dari perhatian kebijakan.

“Semua masalah sosial, dari kekerasan, penyimpangan, sampai krisis identitas generasi muda, berakar dari keluarga yang tidak berfungsi. Kita harus mulai dari sana,” tutupnya.

 

Baca Juga:  Yakob Pangedongan Minta Pemerintah Tidak Abaikan Sekolah Swasta dalam Kebijakan Pendidikan
Baca Juga:  Hadapi Efisiensi Anggaran, DLH Kutim: Urusan Sampah Tak Bisa Ditawar

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA