Lintasjejaring.com, Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, narkoba tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan moral dan daya saing generasi muda.
“Seseorang yang terinfeksi narkoba, tiga aspek itu langsung hancur. Bukan sekadar tidak optimal, tapi memang tidak bisa dibangun,” kata Rohim, Kamis (24/7/25).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset masa depan yang harus dijaga secara serius. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, banyak pemuda kehilangan arah akibat pengaruh lingkungan yang buruk, lemahnya kontrol keluarga, dan minimnya kegiatan positif.
Rohim menilai bahwa ketergantungan pada pendekatan represif tidak cukup untuk menekan laju penyalahgunaan narkoba. Yang dibutuhkan adalah strategi pencegahan berbasis pembinaan karakter dan penguatan mental.
“Kadang anak itu pintar, sopan, tapi lingkungannya rusak. Kalau tidak ada pengawasan, bisa ikut terjerumus juga,” ujarnya.
Ia juga mendukung pendekatan kolaboratif lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga keluarga, sebagai langkah menyeluruh untuk membentuk benteng perlindungan terhadap bahaya narkoba.
“Kita harus bangun barisan perlindungan dari rumah ke sekolah, dari komunitas ke pemerintah daerah. Tidak bisa satu pihak bekerja sendiri,” tegasnya.
Sebagai bentuk solusi, Rohim mendorong peningkatan aktivitas pembinaan seperti olahraga, seni, pelatihan keterampilan, dan pendidikan karakter.
Ia percaya bahwa semakin aktif anak muda dalam kegiatan positif, maka peluang mereka terhindar dari jeratan narkoba akan semakin besar.
“Kalau anak-anak sibuk dengan hal yang positif, mereka akan jauh dari hal yang merusak. Kita harus hadir sebagai pembina, bukan hanya pengamat,” tutupnya.
(Ard/ADV DPRD Samarinda)









