Harga Sawit Masih Di Bawah Standar, DPRD Berau Desak Perusahaan Patuhi Ketentuan Pemerintah

- Redaksi

Selasa, 8 April 2025 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah.

Foto: Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah.

Lintasjejaring.com, Berau – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diterima petani di Berau masih jauh di bawah standar yang ditetapkan Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim). DPRD Berau menegaskan, ketimpangan harga ini tidak bisa terus dibiarkan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, dengan tegas menyampaikan bahwa banyak petani sawit mengeluhkan rendahnya harga jual hasil panen mereka. Padahal, pemerintah provinsi telah menetapkan harga acuan yang seharusnya dipatuhi oleh semua perusahaan pembeli.

Baca Juga:  Ismail Latisi Soroti Peremajaan Ambulans Di Samarinda : Jangan Sampai Tidak Bisa Digunakan

“Harga yang ditetapkan Disbun Kaltim bukan sekadar anjuran—itu aturan yang wajib diikuti. Jika perusahaan mengabaikannya, maka mereka secara langsung merugikan petani,” tegas Agus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk ketidakadilan ekonomi yang mengancam kesejahteraan petani dan stabilitas perekonomian daerah. Agus pun mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil tindakan konkret.

Baca Juga:  Kesejahteraan Guru Swasta Masih Rentan, DPRD Samarinda Desak Insentif dan Perlindungan Berkelanjutan

“Pemerintah harus turun tangan, mengawasi langsung, dan memberikan sanksi kepada perusahaan yang melanggar. Tidak ada alasan untuk membiarkan praktik harga di bawah standar terus terjadi,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan petani, serta menuntut adanya transparansi dalam penetapan harga TBS di tingkat perusahaan.

Baca Juga:  Waspada Banjir Dan Longsor, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perketat Pengawasan Zona Rawan

“Kita tidak bisa lagi membiarkan petani terjebak dalam sistem yang merugikan. Harus ada regulasi yang tegas dan pelaksanaannya wajib diawasi dengan serius,” tegasnya lagi.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pemerintah tidak boleh ragu dalam menegakkan aturan. “Petani sudah bekerja keras, jangan sampai mereka terus menjadi korban dari sistem yang tidak berjalan semestinya,” pungkasnya.

Iza/ADV/Ed-Sean/DPRD Berau

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar
Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan
Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan
Pemekaran Desa di Kukar Diusulkan Jadi Desa Persiapan, Arianto: Masih Tahap Verifikasi
Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau
Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas
Sekolah Lansia Kukar Siapkan Wisuda, DP2KB Sebut Pembelajaran Dorong Lansia Lebih Mandiri
Program Bunga Desaku Kukar Terpilih Ikuti Kompetisi Inovasi Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:40 WITA

SAE PasTarung Diperkenalkan Lewat Penandatanganan Prasasti, Produk Warga Binaan Disiapkan Tembus Pasar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:31 WITA

Pembukaan Festival Gemini Academy 2026, Heriansyah Tekankan Peran Guru dalam Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Pemkab Kukar Benahi Regulasi untuk Perkuat Pengembangan Inovasi Pemerintahan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WITA

Dishub Kukar Harapkan Perusahaan Bantu Bus Sekolah di Wilayah Sulit Dijangkau

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Dishub Kukar Dorong Edukasi untuk Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terbaru