Ribuan Warga Guncang Pati, Kekecewaan Publik pada Bupati Sudewo Tak Teredam Meski Kenaikan PBB Dibatalkan

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Lintasjejaring.com, Jakarta – Gelombang kemarahan publik di Pati, Jawa Tengah, tampaknya sudah tak bisa dibendung. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) hari ini menggelar aksi besar-besaran menentang Bupati Sudewo, meskipun kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen telah dibatalkan.

Sebelumnya, kebijakan yang diterapkan oleh Bupati Pati, Sudewo dengan menaikan PBB sebesar 250 persen, mendapat penolakan keras oleh warga Pati. Alih-alih berniat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak, justru mendapatkan kecaman hebat dari warganya.

Meskipun kini kebijakan ‘nyeleneh’ tersebut telah dicabut, bagi masyarakat, pencabutan kebijakan itu hanyalah ‘pemadam kebakaran’ yang terlambat. Koordinator aksi memperkirakan hingga 100 ribu orang akan turun ke jalan. Tuntutan mereka jauh melampaui isu PBB. Ini adalah akumulasi kekecewaan terhadap rangkaian kebijakan yang dinilai memberatkan rakyat kecil.

Teguh Istyanto, Koordinator Donasi AMPB, menegaskan bahwa pembatalan PBB tidak menghapus rasa frustrasi warga. Ia membeberkan daftar kebijakan kontroversial, mulai dari sistem lima hari sekolah, regrouping sekolah yang mematikan kesempatan kerja guru honorer, hingga pemutusan hubungan kerja ratusan pegawai honorer RSUD RAA Soewondo dengan alasan efisiensi, tanpa pesangon dan tanpa tali asih.

“Ketika dua sekolah digabung, otomatis guru honorer kehilangan tempat mengabdi. Di RSUD, orang lama dipecat, lalu direkrut orang baru dengan alasan peningkatan pelayanan. Ironis,” sindir Teguh, Selasa (12/8) kemarin, dikutip dari detikJateng.

Menjelang aksi, posko AMPB dibanjiri dukungan. Sumbangan logistik mengalir, termasuk ribuan kardus air mineral yang akan disebar di titik-titik strategis sekitar Alun-alun Pati. Teguh menyebut kehadiran massa bisa mencapai 100 ribu orang, mencerminkan betapa besar harapan warga terhadap gerakan ini.

“Setiap sore dan malam, warga menunggu kami untuk menyampaikan aspirasi. Mereka percaya suara kami adalah suara mereka,” ujarnya.

Menyadari besarnya potensi eskalasi, Polresta Pati menurunkan 2.684 personel gabungan dari 14 polres, TNI, Satbrimob, Ditsamapta, dan berbagai instansi lainnya. Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi berjanji pengamanan akan dilakukan secara “profesional dan humanis” demi menghindari gesekan.

Baca Juga:  Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
Baca Juga:  Kabag Kesra Kukar: Rekening Tidak Aktif Hambat Bantuan 91 Penerima Beasiswa Kukar, Kini Tersisa Tiga Orang

Namun, di balik janji keamanan itu, publik Pati tetap menuntut satu hal yang belum terlihat, perubahan nyata dari kebijakan yang mereka anggap mengkhianati kepercayaan rakyat.

 

(Sul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’
Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK
Usai Di Telpon Prabowo, Nahkoda Menkeu Di Gantikan Suahasil Nazara
Teguh Santosa: BRICS New Delhi Uji Arah Baru Politik Luar Negeri Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres Prabowo, Tegaskan  Tetap ‘Radical Break’

Rabu, 23 September 2026 - 17:13 WITA

Kursi 2 RI Di Gugat, Administrasi Gibran Jadi Persoalan Di Meja MK

Berita Terbaru