Lintasjejaring.com, Samarinda – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menuai sorotan, kali ini kritikkan muncul dari Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Rey Al Hendaweyah Samantha, yang menyuarakan perihal Mahasiswa Baru (Maba) FIB, yang terkesan dianak – tirikan oleh birokrat, dan BEM Keluarga Mahasiswa (BEM KM), yang tidak mengambil sikap tegas atas tindakan ini.
Pada PKKMB Unmul 2025, maba FIB ditempatkan di tribun belakang panggung (blind spot), yang mana para Maba tentunya tidak akan bisa ikut menikmati acara PKKMB dengan baik.
“Saya sangat menyayangkan, tindakan Birokrat yang terkesan mempermalukan para Maba kami, dan membuat kami merasa seperti dianak -tirikan,” ucap Rey.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mempertanyakan, tindakan BEM KM yang terkesan semu dan tidak mengambil langkah serius terkait persoalan ini, penempatan para Maba FIB dibelakang panggung, membuat jalannya PKKMB bagi para Maba FIB, terlihat membosankan dan tidak dapat diterima.
“Mungkin bagi teman – teman lain, fakultas kami kecil, namun apakah bisa dikucilkan seperti ini? dan dimana peran BEM KM yang harusnya, menegakkan keadilan bagi para mahasiswa?” tegas Rey.
Ia juga menjelaskan, bahwa dirinya telah menegur para panitia PKKMB dan anggota BEM KM terkait penempatan ini, namun tegurannya tidak diindahkan baik dari panitia maupun BEM KM itu sendiri.
lanjut, ia mengatakan bahwa Presiden BEM – KM, M. Ilham Maulana, sebelum Hari – H PKKMB, telah mengusulkan ide agar para Maba FIB ditukar (re-roll) posisi, dengan Maba Fakultas lain, yang tentunya tidak rey setujui, mengingat tindakan ini sama saja menutup mata pada ketidakadilan yang terjadi. Walaupun ide pertukaran ini tidak terjadi pada hari H.
“Saya sangat menyayangkan ide dari Presbem KM, yang entah apa tujuannya, dan entah darimana dia bisa mendapatkan ide seperti itu. Namun, jelas saya tidak akan menyepakati ide tersebut” jelasnya.

Para Maba FIB sendiri, yang berjumlah lebih dari 250 orang, dalam berjalannya hari PKKMB, hanya disediakan televisi kecil, agar mereka dapat menikmati acara PKKMB, yang membuat Rey semakin geram, ketika mengetahui hal ini.
“Kalau Maba kami, ikut acara PKKMB tapi, hanya bisa melihat jalannya acara lewat layar televisi, yang bahkan hanya baris kedua dan pertama saja, yang bisa menikmati layar itu, lalu buat apa Maba kami datang? Lebih baik, mereka tonton saja dari rumah dengan layar masing – masing” tutupnya.
(Alex)









