Bendera Jolly Roger One Piece Berkibar, Pakar UMY : Simbol Identitas Dan Kritik Sosial

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bendera Jolly Roger One Piece, Berkibar di Indonesia

Foto : Bendera Jolly Roger One Piece, Berkibar di Indonesia

Lintasjejaring.com, Yogyakarta – Berkibarnya bendera Jolly Roger (Bajak Laut) One Piece, di beberapa tempat di Indonesia, menarik perhatian akademisi. Fajar Junaedi, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menilai fenomena ini sebagai, bentuk ekspresi simbolik yang memiliki, sarat makna dalam kajian semiotika.

“One piece merupakan manga shonen, yang telah lama beredar, dan membuat tema – tema utama seperti kerja keras, kemenangan, dan persahabatan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa karakter – karakter dalam serial tersebut berperan, sebagai representasi akan nilai – nilai positif, sementara lawan – lawan mereka menjadi simbol oposisi biner. Hal ini, menurutnya membentuk narasi ideologis yang kuat, dalam budaya populer.

Ia juga menekankan bahwa elemen visual, dalam One Piece, seperti desain karakter, kostum, dan properti, bukan sekedar estetika, melainkan bagian dari konstruksi makna.

“Visual tersebut membantu menyampaikan pesan budaya, serta memperkuat identitas cerita,” jelasnya.

Dalam kontek politik, ia menyebutkan bahwa representasi karakter, dan ideologi dalam One Piece, mencerminkan “Secondary Signifucation”, atau makna lapis kedua, yang mengarah pada konflik sosial yang lebih luas.

Mengutip penelitian Thomas Zoth (2011), bertajuk The Politics of One Piece, Fajar menyebutkan bahwa, Arc Water Seven menggambarkan ketegangan, antara pihak individu dengan negara, dalam isu keamanan nasional.

“Cerita tersebut menolak gagasan bahwa, hak individu dapat dikorbankan demi keamanan yang semu, dan mengajak audiens untuk bersikap kritis terhadap isu-isu politik,” jelasnya.

Ia juga melihat bahwa, fenomena pengibaran bendera One Piece sebagai bagian, dari gerakan sosial yang menampilkan, sebuah simbol perlawanan. Ia merujuk pada pemikiran sosiologi, Alberto Melucci yang menyatakan, bahwa setiap gerakan sosial yang membutuhkan simbol, yang mampu menyatukan para anggotanya.

“Bendera menjadi penanda identitas kolektif, memungkinkan seseorang, merasa menjadi bagian dari suatu pergerakan, termasuk dalam ruang digital,” ucapnya.

Ekspresi yang dihadirkan masyarakat, tampak dalam berbagai unggahan warganet di media sosial, mulai dari penggunaan bendera One Piece, sebagai foto profil hingga diskusi publik yang meluas. Fenomena ini, kemudian diangkat oleh media arus utama, dan memicu berbagai respons, termasuk dari pejabat negara.

“Sayangnya, tanggapan yang muncul kerap kontraproduktif akibat kurangnya pemahaman, terhadap simbolisme budaya populer,” tutupnya.

 

Baca Juga:  Bupati Bulungan Ajak Seluruh Elemen Renungkan Makna Kemerdekaan Indonesia Ke-79
Baca Juga:  Road to Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2024, Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Sambangi Kompas Gramedia

(Sean)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari
MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama
Haraku Ramen Resmi Hadir Di Samarinda, Sajikan Cita Rasa Jepang Yang Nyaman Di Lidah, Kantong, Dan Hati
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan
Panorama Mahakam Hingga Kisah Lonceng Masa Lalu, Daya Tarik Tebing Lonceng Samarinda
Variasi Harga Kost Kontrakan di Samarinda 2026, Mulai 500 Ribu Hingga Ratusan juta
Tak Sekadar Seremoni, Diskusi Kartini Di Kukar Ungkap Ketimpangan Perempuan
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:01 WITA

Pekerja Proyek Stadion Malinau Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Tak Temukan Bukti Kekerasan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Donggala, Sulawesi Tengah Dini Hari

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:08 WITA

MUI Bulungan Laksanakan Musda, Sinergi Hingga Evaluasi Jadi Fokus Utama

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:08 WITA

Haraku Ramen Resmi Hadir Di Samarinda, Sajikan Cita Rasa Jepang Yang Nyaman Di Lidah, Kantong, Dan Hati

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:03 WITA

Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Sigi, PMII Serukan Gerakan Solidaritas Kemanusiaan

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA