Wagub Kaltim Dorong Perubahan Perda BUMD Untuk Tingkatkan PAD Dan Dukung Ekonomi Daerah

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 15:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji

Foto : Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji

Lintasjejaring.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, menyampaikan nota penjelasan Pemerintah Daerah pada Rapat Paripurna ke-28 DPRD Kaltim terkait dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat peran BUMD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Wagub Kaltim menegaskan bahwa PAD memiliki peranan vital sebagai penyangga utama pembiayaan pembangunan daerah. Untuk itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan penerimaan yang bersumber dari daerah melalui pengelolaan BUMD secara profesional.

“Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang sangat penting. Untuk meningkatkan penerimaan ini, diperlukan kebijakan yang tepat, salah satunya melalui pengelolaan BUMD,” ujar Seno Aji, Senin (4/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT. Migas Mandiri Pratama dan PT Penjaminan Kredit Jadi Sorotan

Dua BUMD Kaltim yang masuk dalam pembahasan perubahan regulasi adalah PT. Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur dan PT. Penjaminan Kredit Daerah Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Miris! Akses Muara Ancalong-Busang Rusak Parah, Budianto Bulang : Ini Jalan Utama Masyarakat, Kenapa Begitu Tidak Layak

PT Migas Mandiri Pratama yang bergerak di sektor minyak dan gas dinilai memiliki potensi strategis mengingat migas masih menjadi sektor utama penyumbang PAD Kaltim. Perubahan ketiga Perda Nomor 11 Tahun 2009 dilakukan untuk menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD.

“Ada beberapa hal yang harus disesuaikan, seperti pembagian laba, besaran modal disetor, dan lainnya agar PT Migas Mandiri Pratama beroperasi sesuai regulasi terbaru,” jelas Seno.

Sementara itu, PT Penjaminan Kredit Daerah berperan penting membantu UMKM dan koperasi mendapatkan akses permodalan. Perda yang mengatur PT ini terakhir diperbarui pada 2012 dan kini harus disesuaikan dengan PP Nomor 57 Tahun 2017 tentang BUMD.

“Perubahan regulasi diharapkan memberi pedoman yang baik dalam proses pembahasan, sehingga melahirkan aturan yang relevan dengan kondisi lapangan,” tambahnya.

Hasil Reses : Pendidikan, Infrastruktur, dan SDM Jadi Fokus

Di luar pembahasan Raperda, Seno juga memaparkan hasil reses DPRD Kaltim yang menjadi perhatian pemerintah. Ada tiga isu utama yang mengemuka:

Baca Juga:  Haraku Ramen Resmi Hadir Di Samarinda, Sajikan Cita Rasa Jepang Yang Nyaman Di Lidah, Kantong, Dan Hati
Baca Juga:  DKP Kukar Sesuaikan Bantuan Bibit dengan Potensi Perikanan Pesisir hingga Hulu

1. Pendidikan : Banyak sekolah mengalami kerusakan. Pemprov Kaltim berencana memperbaiki sekolah dan membangun sekolah baru pada 2026, serta berkolaborasi dengan sekolah swasta.

2. Infrastruktur : Berbagai infrastruktur di daerah perlu sentuhan perbaikan dan menjadi target pembangunan mendatang.

3. SDM dan Sosial : Masalah stunting, kemiskinan, dan gizi buruk juga akan menjadi prioritas perbaikan.

“Ke depan, kami akan memprioritaskan sektor pendidikan, infrastruktur, dan peningkatan SDM agar pembangunan berjalan merata,” tutup Seno Aji.

 

(Sul)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru