Kesejahteraan Guru Swasta Masih Rentan, DPRD Samarinda Desak Insentif dan Perlindungan Berkelanjutan

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025 - 18:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Lasiti

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Lasiti

Lintasjejaring.com, Samarinda – Ketimpangan kesejahteraan antara guru negeri dan guru swasta kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Lasiti, menekankan pentingnya keberlanjutan perhatian pemerintah terhadap para pendidik di sektor swasta, terutama melalui dukungan insentif dan perlindungan sosial.

Menurut Ismail, program bantuan seperti BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) dan BOSNAS (Bantuan Operasional Sekolah Nasional) memang telah menyentuh sekolah swasta, namun hal itu belum cukup untuk menjawab tantangan kesejahteraan yang dihadapi para guru non-ASN.

“Pemerintah sudah hadir melalui BOSDA dan BOSNAS yang tidak hanya untuk sekolah negeri, tapi juga menjangkau swasta. Tapi permasalahannya bukan pada dana operasional, melainkan kesejahteraan guru yang sangat tergantung pada kondisi keuangan yayasan,” ujarnya, Senin (30/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, berbeda dengan guru negeri yang mendapat gaji tetap dari APBN dan memiliki jenjang kepangkatan yang jelas, guru swasta hanya menerima gaji berdasarkan kemampuan sekolah dalam menarik siswa dan menetapkan SPP.

“Kalau sekolah swasta tidak punya banyak siswa dan biaya SPP rendah, maka gaji guru pun otomatis kecil. Ini situasi yang dialami banyak guru swasta di Samarinda,” jelas Ismail.

Ia menambahkan, persaingan sekolah swasta dengan sekolah negeri juga turut memengaruhi jumlah peserta didik. Masyarakat umumnya lebih memilih sekolah negeri karena bebas biaya, sementara sekolah swasta yang tidak memiliki program unggulan kerap kesulitan mempertahankan siswa.

“Dampaknya bukan hanya pada murid, tapi juga operasional sekolah. Bahkan, dana BOS kadang harus digunakan untuk menutup biaya rutin, termasuk menggaji guru,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Ismail, bukan karena kurangnya kepedulian pemerintah, tetapi akibat perbedaan sistem pengelolaan.

Baca Juga:  DPRD Samarinda Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan Di Wilayah Pinggiran
Baca Juga:  Dorong Pengembangan Tambak Secara Profesional, DPRD Berau Minta Pemkab Siap Dampingi

Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang memberikan insentif tambahan kepada guru swasta, sebagai bentuk dukungan atas kontribusi mereka dalam dunia pendidikan.

“Kalau tidak ada insentif dari pemerintah, mereka hanya mengandalkan gaji dari yayasan. Dan kita tahu, sekolah swasta di Samarinda jumlahnya lebih banyak dari sekolah negeri. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ismail juga menyoroti pentingnya jaminan kesehatan bagi para guru swasta. Menurutnya, program-program seperti subsidi layanan poli dan fasilitas kesehatan gratis dari Pemprov Kaltim harus diperluas jangkauannya agar benar-benar bisa dirasakan para pendidik non-negeri.

“Guru swasta juga punya hak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan. Kalau mereka tidak diperhatikan, maka ketimpangan ini akan semakin melebar dan bisa berdampak pada kualitas pendidikan itu sendiri,” pungkasnya.

(Ard/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi
Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan
Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau
BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran
MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi
Efisiensi Anggaran Tekan Program KB, DP2KB Samarinda Cari Jalan Agar Pelayanan Tetap Berjalan
731 WBP Lapas Narkotika Samarinda Terima Remisi Kemerdekaan, Tujuh Langsung Bebas
Sembilan Kursi Kepala OPD Kosong, Pemkot Samarinda Siapkan Penataan Besar Usai Gelombang Pensiun
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:33 WITA

Kanwil Kemenkum Kaltim Harmonisasi Raperbup Bulungan Tentang Kebijakan Akuntansi

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WITA

Gelar Aksi Di Area Kantor Gubernur, ARAK Desak masalah Sumber Daya Di kaltim Segera Di Tuntaskan

Kamis, 3 September 2026 - 14:08 WITA

Pemkot Salurkan BTT 10 Juta Per kelurahan, Dukung Antisipasi kebutuhan mendesak Selama Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 13:16 WITA

BPBD Samarinda Terapkan Strategi Adaptif Hadapi Beragam Karakteristik Kebakaran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:50 WITA

MAPABA IX Rayon Dakwah PMII UIN-SI Samarinda Diikuti 77 Peserta, Gus Joko Dorong Kader Berani Kritik Berbasis Argumentasi

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi IAIN Tana Tidung. (MetaAI)

Tana Tidung

20,13 Hektar Untuk IAIN Tana Tidung, Pemkab Kebut Sertifikas

Rabu, 9 Sep 2026 - 09:32 WITA