Anak Jalanan Gores Mobil Di Lampu Merah, DPRD Desak Penanganan Sistemik

- Redaksi

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Samri Shaputra, Komisi I DPRD Kota Samarinda

Foto : Samri Shaputra, Komisi I DPRD Kota Samarinda

Lintasjejaring.com, Samarinda – Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis di sejumlah simpang lampu merah Kota Samarinda kembali menuai sorotan. Kali ini, masyarakat melaporkan adanya perilaku agresif, termasuk aksi menggores kendaraan saat tawaran berjualan tisu ditolak.

Menanggapi laporan tersebut, Satpol PP Samarinda langsung melakukan penertiban di Simpang Tiga Meranti dan Simpang Muara. Beberapa anak diamankan dan menjalani asesmen bersama orang tua mereka.

“Memang ada laporan mobil digores karena tidak membeli tisu. Anak-anak yang terjaring mengakui, tapi pelaku utama melarikan diri,” ujar Kepala Satpol PP Anis Siswantini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah awal, orang tua diminta menandatangani surat pernyataan untuk mencegah pengulangan kasus serupa. Anis juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak.

Baca Juga:  Beri Atensi Produk UMKM, Rahman Harapkan Pemda Lebih Giat Lakukan Proses Sertifikasi Halal

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Shamri Saputra, menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya infrastruktur sosial dan dukungan anggaran.

“Masalahnya bukan hanya di penertiban. Setelah diamankan, mereka mau ditempatkan di mana? Anggaran makan dan operasional pun tidak tersedia,” ucapnya.

Ia menyebut, meski patroli rutin dilakukan, penanganan belum menyentuh akar masalah. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota menyusun kebijakan terpadu yang mencakup rumah singgah, pendampingan sosial, serta anggaran berkelanjutan.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Hambat Proyek Publik, DPRD Samarinda Desak Penyelesaian Lewat Jalur Hukum

Untuk jangka pendek, ia mendorong penempatan personel Satpol PP di titik-titik rawan serta edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi uang kepada anjal maupun pengemis.

“Ini soal memutus mata rantai. Kalau tak ada yang memberi, mereka akan berhenti sendiri. Bukan berarti kita tak punya empati, tapi ini langkah agar mereka bisa ditangani secara layak,” tegasnya.

Satpol PP memastikan akan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk langkah lanjutan yang lebih komprehensif.

Baca Juga:  Pemkab Kukar Ajak Pelajar Kenali Nilai Pancasila Lewat Peringatan Hari Kesaktian

 

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan

Berita Terbaru