Lintasjejaring.com, Samarinda-Maraknya kasus dugaan pemalakan dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum berseragam organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali menjadi perhatian publik. Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Adnan Faridhan, menegaskan perlunya membedakan secara tegas antara ormas yang sah dan praktik premanisme yang berkedok organisasi.
Menurut Adnan, keberadaan ormas dijamin oleh konstitusi dan memiliki payung hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Namun ia menekankan, perlindungan hukum tersebut bukan berarti membenarkan tindakan anarkistis yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan ormas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ormas adalah elemen penting dalam demokrasi. Tapi ketika ada oknum yang menyalahgunakan atribut organisasi untuk melakukan pemerasan atau intimidasi, itu sudah keluar dari rel dan harus diproses secara hukum,” ujar Adnan, Jumat (16/5/2025).
Ia menyebut bahwa tindak kekerasan, apalagi yang menggunakan simbol ormas, harus segera ditindak untuk menghindari persepsi negatif yang bisa merusak citra organisasi secara keseluruhan.
“Preman berseragam bukan ormas. Kalau terbukti melakukan pelanggaran hukum, harus ada tindakan tegas, termasuk kemungkinan pencabutan izin ormas tersebut,” tegasnya.
Adnan juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap aktivitas ormas. Ia mendorong agar lembaga-lembaga terkait tidak ragu untuk bertindak bila ditemukan pelanggaran oleh kelompok yang mengklaim sebagai organisasi kemasyarakatan.
“Jangan sampai karena alasan toleransi organisasi, kita malah membiarkan praktik-praktik kekerasan terjadi atas nama ormas,” tambahnya.
Di sisi lain, Adnan mengimbau masyarakat agar tidak langsung menggeneralisasi semua ormas secara negatif. Ia meminta publik agar lebih selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi, terutama dari unggahan-unggahan di media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat harus cerdas memilah informasi. Tidak semua ormas seperti itu. Banyak ormas yang berkontribusi positif. Jangan sampai karena ulah segelintir oknum, citra semua ormas jadi buruk,” tutupnya.
(Gil/ADV DPRD Samarinda)









