Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Kasus Bullying Pelajar: Sekolah Tak Bisa Bekerja Sendiri

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 17:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi IV DPRD)Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie

Foto: Ketua Komisi IV DPRD)Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie

Lintasjejaring.com, Samarinda-Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus perundungan (bullying) di kalangan pelajar.

Salah satu insiden yang menyita perhatian publik adalah kasus pengeroyokan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) yang dilakukan oleh sekelompok siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut Novan, kasus tersebut merupakan sinyal gagalnya sistem pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai adab dan budi pekerti di lingkungan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar persoalan akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Lingkungan dan masyarakat harus turut terlibat aktif,” tegas Novan, Kamis (15/5/2025).

Ia juga menyoroti kebiasaan anak-anak yang sering berkeliaran dan nongkrong tanpa pengawasan di luar jam sekolah. Menurutnya, aktivitas semacam itu berpotensi menjadi pemicu perilaku menyimpang dan tindakan kekerasan.

“Lingkungan harus lebih peduli. Jika anak-anak dibiarkan berkeliaran hingga malam tanpa arahan, risiko kenakalan remaja pasti meningkat,” ujarnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Novan mengusulkan agar dilakukan kajian mendalam mengenai penerapan kebijakan jam malam bagi pelajar sebagai langkah preventif. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan semacam itu harus melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, pihak sekolah, dan orang tua.

“Penerapan jam malam bisa menjadi salah satu solusi, tapi tentu harus dibahas secara komprehensif dan melibatkan semua pihak,” katanya.

Novan menegaskan bahwa upaya untuk menekan kekerasan di kalangan pelajar tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan akses pendidikan dan pembinaan karakter yang beradab.

“Kita tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga harus menanamkan nilai moral dan karakter. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, DPRD Samarinda akan terus mendorong sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang moral generasi muda.

“Harapan kami, dengan pengawasan yang lebih ketat dan sinergis, kita dapat memutus mata rantai kekerasan di kalangan remaja,” tandasnya.

(Gil/ADV DPRD Samarinda)

Baca Juga:  Gagal Panen Akibat Banjir, Abdul Rohim Desak Pemkot Salurkan Dana Tanggap Darurat
Baca Juga:  Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kg Harus Diperketat Menjelang Ramadhan

Follow WhatsApp Channel lintasjejaring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla
PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor
37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut
TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla
Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab
Lapak Pedagang Pasar Pagi Terpisah Lantai, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi Penempatan
DPRD Samarinda Minta Hotel Swasta Tetap Dapat Peluang di Tengah Prioritas Hotel BUMD
Teras Samarinda II Disiapkan untuk UMKM, DPRD Ingatkan Risiko Kemacetan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46 WITA

Dinkes Samarinda Siagakan Puskesmas Palaran dan Makroman Hadapi Ancaman ISPA akibat Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:25 WITA

PMII Unmul Surati Prabowo-Gibran, Soroti Legitimasi Pemilihan Rektor

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:13 WITA

37 Orang Diperiksa Polisi, Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda Diusut

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:28 WITA

TRC PPA Kaltim ‘Gerah’, Desak Pemprov Berikan Perlindungan Warga Dari Bahaya Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WITA

Bocah 12 Tahun Meregang Nyawa Di Lubang Tambang, JATAM Desak KSU PUMMA Bertanggung Jawab

Berita Terbaru